Januari 2019, Tercatat 25 Kasus DBD Di Kota Palangka Raya

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 01 Februari 2019 13:03, Dibaca 549 kali.


MMCKalteng - Masyarakat Kota Palangka Raya, tampaknya harus terus mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal tersebut dikarenakan masih tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.

Seperti disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, dr. Andjar Hari Purnomo, bahwa penderita penyakit DBD terhitung mulai awal tahun 2019 ini masih terjadi. Kata Andjar, terlepas dari kasus-kasus DBD yang terjadi pada bulan-bulan terakhir di tahun 2018 yang lalu, maka di tahun ini pihaknya telah mencatat, sedikitnya ada 25 kasus DBD terjadi di Kota Palangka Raya, khusus di periode Januari 2019.

(Baca Juga : TP PKK Laksanakan Sosialisasi di 3 Kecamatan)

Jumlah kasus DBD sebanyak itu tercatat pada periode mulai minggu pertama hingga minggu ke tiga di bulan Januari ini. Pada minggu pertama tercatat ada 8 kasus DBD, minggu kedua juga ada 8 kasus DBD dan minggu ke tiga tercatat 9 kasus DBD, ungkap Andjar, Kamis (31/01/2018) di Palangka Raya.

Dengan intensitas hujan yang terus terjadi saat ini lanjut Andjar, maka masyarakat diharapkan terus menerus dapat menerapkan pola hidup bersih terutama membersihkan lingkungan sekitar. Sementara pihak Dinkes Kota Palangka Raya pun kata dia juga telah menyediakan abate, obat pembasmi nyamuk di setiap puskesmas, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain itu fogging atau pengasapan juga bisa dilakukan pihak Dinas Kesehatan, meskipun dibatasi hanya dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditemukan ada korban positif terkena DBD. Jika tidak, maka fogging lebih dihindari.

Fogging hanya bersifat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak mati. Nah disinilah perlunya hidup bersih, bagaimana masyarakat bisa bersama-sama mencegah berkembangnya bibit-bibit nayamuk DBD tersebut, ujarnya.

Sementara terkait perlu tidaknya ditetapkan kejadian luar biasa (KLB), untuk hal tersebut kata Andjar Dinkes masih belum melihat kriteria secara menyeluruh. Kita jangan menjadikan perdebatan, yang terpenting adalah action baik dari kecamatan, kelurahan, RT, masyarakat, TNI, Polri dan semuanya untuk mencegah dan mengantisipasi meluasnya penyebaran DBD, pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook