Kerja Cerdas Motor Penggerak Kerja Prestatif

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 07 Januari 2019 11:03, Dibaca 1,182 kali.


Seorang pemilik salah satu perusahaan berbagi cerita bahwa saat ini yang diperlukan untuk menjadi sukses tidak sekadar kerja keras, tetapi juga disertai dengan kerja cerdas. Pola kerja cerdas wajib dilakukan mengingat saat ini persaingan bisnis semakin ketat. Berdasarkan hasil studi Ferdinand (2004) menyatakan bahwa kesuksesan sumber daya manusia dalam melakukan pekerjaannya ditentukan pada sikap kerja yang positif. Ini ditandai dengan sikap kerja keras, sikap kerja cerdas, dan sikap kerja agresif. Kerja cerdas mengarahkan pada seseorang yang bekerja dengan menggunakan pikiran yang tajam, cepat, tepat dalam menerima, menanggapi, menentukan sikap dan berbuat. Pembisnis pun dalam bekerja harus pandai memperhitungkan resiko serta mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi, sehingga dapat mencapai keuntungan. Sujan et al (1994); Ute-Christine Klehe and Neil Anderson (2007) menyatakan pola kerja cerdas (smart working) dikonseptualisasikan sebagai suatu perilaku adaptif (perilaku menyesuaikan diri). Perilaku yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan juga dipertimbangkan sebagai aspek pola kerja cerdas. Dengan kata lain, kerja cerdas lebih menggunakan kreativitas dan inovasi baru untuk menghasilkan ide atau solusi yang paling efektif.

Penerapan kerja cerdas dapat dilakukan dengan belajar kepada orang lain. Saat melihat bukti keberhasilan yang pernah dilakukan oleh orang lain. Kita dapat mengikuti jejaknya. Arti sederhana kita tidak perlu belajar dari nol. Namun, langkah awal kita mengikuti cara orang yang sudah sukses tersebut agar kita tidak akan membuang waktu belajar dari nol lagi. Selain itu, kita juga berusaha untuk menyempurnakannya menjadi lebih baik lagi. Kreatif dan inovasi yang diperoleh melalui ide untuk meningkatkan kinerja atau hasil dari yang kita biasa atau sudah dilakukan. Ide dapat ditemukan dengan menyimak, melihat, merasakan di sekeliling kita atau bahkan tanpa mencarinya pun ide itu tiba-tiba muncul di benak kita. Jika ide itu datang, segera catat. Artinya, jangan biarkan ide tersebut pergi dan berlalu begitu saja. Namun, kita harus segera membuat perencanaan dan langsung melaksanakannya.

(Baca Juga : Sejarah Bangunan Museum Balanga)

Sejalan dengan era revolusi industri 4.0 saat ini kita berjuang dan bekerja sungguh-sungguh untuk merintis, mempertahankan, dan meningkatkan usaha yang dibangun. Semua itu dilakukan baik untuk keluarga, maupun masyarakat sekitar. Jadikanlah diri kita menjadi jalan rezeki bagi orang lain. Hal itu dapat memberikan energi bagi usaha yang kita geluti. Pola kerja cerdas dapat dijadikan motor penggerak kerja prestatif. Adapun ciri-ciri pola kerja cerdas antara lain: 1) adanya perencanaan yang matang dan unsur strategi dalam bertindak, 2) adanya peta pekerjaan yang meliputi tujuan yang jelas dan tahapan-tahapannya, 3) adanya ukuran kinerja berdasarkan standar dalam bekerja, 4) adanya kreatif dan inovatif, 5) adanya solusi  sisi positif dari masalah yang dihadapi, 6) adanya acuan belajar dari masalah yang terjadi sebagai pembelajaran.

Berkaitan dengan pola di atas, pembisnis harus menghargai kinerja karyawan serta tim usahanya. Karyawan yang terlatih dengan motivasi dan etos kerja yang baik sangat menentukan keberhasilan strategi dan implementasi praktisnya. Tim yang diperlukan mempunyai komitmen bekerja keras dan juga harus cerdas melayani konsumen. Konsumen sebagai pihak yang paling berperan dalam kesuksesan sebuah bisnis. Perencanaan strategi pemasaran artinya mencari peluang-peluang yang menarik dan mengembangkan strategi pemasaran yang menguntungkan. Saat ini pola promosi lebih maksimal dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hal tersebut karena semakin berkembang dengan adanya internet. Peningkatan efektivitas promosi produk melalui internet adalah media yang interaktif. Karena promosi ini bersifat fleksibel dengan pengertian adanya pertukaran pesan dua arah dan media yang responsif. Menyitir testimony dari Kepala Desa Sei. Asam Kapuas tentang promosi madu kalulut, jika sebelumnya usaha beliau belum dikenal banyak pihak. Saat ini dengan mengikuti pola promosi melalui Siber (Sistem informasi dan berita terintegrasi) yang dikelola pihak Diskominfo Kapuas membuat usaha madu tersebut sudah menghasilkan pendapatan yang besar. (syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook