SABAR MERUPAKAN WARISAN RASULLULLAH SAW YANG PATUT KITA TELADANI DAN TINGGI KEDUDUKANNYA DIHADAPAN ALLAH SWT

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 15 November 2018 16:56, Dibaca 827 kali.


Palangka Raya- Bukan hanya di Rutan Palangka Raya saja, akan tetapi Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah pun melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mushola At-Taqwa Kantor Wilayah Jalan Adonis Samad palangka Raya, Kamis (15/11).

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM (Bambang Setyabudi) dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW selalu kita laksanakan setiap tahunnya. Hal ini sebagai bukti cinta kita kepada sang kekasih Allah SWT sebagai rahmat bagi sekalian alam.

(Baca Juga : Kakanwil Kemenkumham Kalteng Pimpin Langsung Rapat Revisi Anggaran)

Dikatakannya setiap bulannya kita sekali melaksanakan kegiatan pengajian rutin yang sudah barang tentu sebagai bentuk penyegaran kerohanian bagi pegawai Kantor Wilayah. Pada bulan ini kita laksanakan pengajian Rutin bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tujuan kita bisa mencontoh suri tauladan umat manusia sehingga kita bisa mengaplikasikannya dilingkungan masyarakat maupun lingkungan kerja.

Dirinya juga mengharap agar pada kegiatan pengajian Rutin kedepan akan lebih membahas tentang ilmu-ilmu agama seperti ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lainnya sehingga apa yang kita laksanakan tidak bertentangan dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

Plh. Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham kalteng (Hajrianor) pada kesempatan ini menyerahkan sumbangan kepada Panti Ayah Bunda yang diterima langsung oleh salah satu anak perwakilan panti asuhan tersebut.

Sementara Ustad Dr.H. Noormuslim yang merupakan Dosen IAIN Palangka Raya dalam tausiyahnya mengatakan bahwa salah satu warisan dari Baginda Nabi Besar Muhammad SAW adalah sabar.

Menurutnya Sabar mudah untuk diucapkan akan tetapi berat untuk dilaksanakan. Rasulullah SAW dikenal dengan orang yang nomor satu tingkat kesabarannya. Sejak beliau dilahirkan sudah dalam keadaan yatim, pada usia 6 tahun yatim piatu sampai perjalanan beliau diangkat Allah SWT menjadi Nabi yang terakhir, segala ujian dan cobaan selallu dijalani dengan penuh kesabaran.

Ujian bisa dalam bentuk cobaan/keburukan (bencana) ataupun kebaikan. Semuanya dalam rangka untuk menguji tingkat kesabaran apakah kita bisa menjalaninya dengan ikhlas atau malah sebaliknya.

Allah menguji kita dengan sedikit ketakutan karena ini pada hakikatnya merupakan sebuah ujian. Oleh karena itu dengan kesabaranlah kita bisa mengangkat derajat kita dihadapan Allah SWT.

Orang yang sabar adalah apabila mereka diterpa musibah mereka mengucapkan Innalillahi wainnailaihi rojiun.  Bahkan menurut ustad ada yang lebih lagi saat dirinya menerima amanah atau jabatan tetap mengucapkan  Innalillahi wainnailaihi rojiun yang maknanya sangat luas bahwa kami ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Sehingga apabila suatu saat jabatan tersebut hilang maka kita tetap akan merasa sabar karena semuanya adalah milik Allah semata.

Oleh karena itu melalui perinagat Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini kita mampu meneladani ahlaq dan budi pekerti Rasulullah sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang sabar dalam menjalani kehidupan didunia ini. (Red-dok. Pirhan Humas Kalteng.Nov. 2018).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook