Kadis TPHP Launching Produk Pengendalian OPT Ramah Lingkungan Klinik PHT Basarang Lestari

Kontribusi dari TPHP Prov Kalteng, 27 Agustus 2021 10:00, Dibaca 148 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya -  Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Prov. Kalteng Hj. Sunarti pada kegiatan launching produk pengendalian OPT ramah lingkungan klinik PHT Basarang Lestari di Basarang, Kabupaten Kapuas, Jumat (27/8/2021), menyampaikan bahwa Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan salah satu kelembagaan petani di tingkat Kecamatan yang berfungsi memproduksi APH (agens pengendalian hayati) di tingkat petani dalam upaya mengurangi penggunaan pestisida sintetik, wadah forum pertemuan dan diskusi bagi petani dalam pemecahan permasalahan aspek budidaya serta penanganan hama dan penyakit tanaman secara terpadu, serta mengupayakan produksi buah dan sayuran yang dibudidayakan secara sehat, aman konsumsi dan ramah lingkungan.

Klinik PHT di Prov. Kalteng difasilitasi Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian. Klinik PHT dibawah binaan Dinas TPHP Prov. Kaltengmelalui UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Prov. Kalteng sebagai pembina teknis dan pendampingan di lapangan. Klinik PHT Basarang Lestari yang berlokasi di desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng Tahun 2020.

(Baca Juga : Kejadian Karhutla di Jalan Sisingamangaraja Palangka Raya)


"Keberadaan klinik PHT sebanyak 11 unit di Provinsi Kalimantan Tengah masih dalam taraf penumbuhan dan pengembangannya, yang tersebar di Kabupaten/Kota yaitu Kapuas 2 unit, Pulang Pisau 1 unit, Kotawaringin Timur 2 unit, Kotawaringin Barat 2 unit, Barito Utara 1 unit, Barito Timur 1 unit dan Kota Palangka Raya 2 unit. Klinik PHT Basarang memiliki lokasi yang strategis di wilayah food estate dengan kampung hortinya yang ada di Basarang, tentunya memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program pertanian khususnya komoditas hortikultura dalam aspek pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan penyediaan dan penggunaan produk ramah lingkungan bagi para petani," lanjutnya.


Kepala Dinas TPHP juga menambahkan bahwa pada tahun 2021, klinik PHT Basarang Lestari berperan dalam kontribusi gerakan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) sebagai pengawalan program kegiatan gerakan pengendalian organisme tanaman Hortikultura di wilayah kabupaten Kapuas khususnya di Kecamatan Basarang/kampung horti dengan luasan pengendalian 36 Hektar, dengan penyediaan dan penggunaan produk pengendalian OPT ramah  lingkungan berupa Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pestisida nabati yaitu Komoditas Cabai 10 Ha (Kecamatan Basarang, Kecamatan Selat dan Kecamatan Kapuas Timur), Komoditas Jeruk 10 Ha (Kecamatan Basarang), dan Komoditas Sayuran daun 16 Ha (Kecamatan Basarang). Produk ramah lingkungan yang diproduksi oleh klinik PHT Basarang Lestari dalam mendukung gerakan pengendalian OPT Hortikultura di Kabupaten Kapuas tahun 2021, dengan pembinaan dan pendampingan  BPTPH/petugas POPT dan Pengawasan produk dari LPHP Mampai Kapuas berupa :

    a. Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)

  • Merupakan bakteri-bakteri yang hidup dl sekitar perakaran yang menguntungkan bagi tanaman dalam proses flsiologl dan pemicu pertumbuhan tanaman.
  • Bakteri Bacillus subtilis pada tudung akar tanaman sehlngga mampu bertahan terhadap hama dan penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen.
  • Memacu pertumbuhan bakteri fiksasi nitrogen bebas.
  • Meningkatkan ketersediaan nutrisl lain seperti phosfat, belerang, besí dan tembaga.
  • Memproduksi hormon tumbuh tanaman.
  • Menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan.

       Bahan : campuran akar bambu, gula pasir, dedak, terasi.

       Volume yang diproduksi 500 liter.

    b. Pestisida Nabati

  • Pestisida alami yang bahan aktifnya berasal dan tanaman atau tumbuhan sekitar dan bahan organik lainnya yang mudah terurai di alam, tidak mencemari lingkungan dan aman bagi manusia yang berkhasiat untuk mengendalikan serangan Organisme Tanaman Pengganggu (OPT) pada tanaman.
  • Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga pestisida sintetis dan mengurangi residu pestisida.
  • Dosis yang digunakan tidak perlu mengikat karena bersifat alami dan menimbulkan kekebalan pada OPT tertentu misalnya serangga

       Volume yang diproduksi 500 s/d 1000 liter.

       Bahan dan fungsi:

     Daun nimba, daun sirsak, daun pepaya, tembakau, bawang putih, serai dan lengkuas, dan bahan lainnya yang memiliki kandungan sebagai insektisida untuk mencegah kerusakan dari hama (serangga, ulat, belalang, siput, dll) dan berfungsi sebagai fungisida (cendawan).

    c.  Budog Lesatri 100 liter

        Bahan : campuran belerang, kapur gasping

        Fungsi : mencegah hama (ulat daun) dan penyakit jamur upas pada tanaman jeruk.

    d. Tricoderma/Tricopadat

  • Berfungsi sebagai organisme pengurai, sebagai agens hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman.
  • Sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida merupakan jamur dalam tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman di lapangan, berfungsi sebagai organisme pengurai, sebagai agens hayati dan simulator pertumbuhan tanaman, pertumbuhan serta  penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi tanaman seperti cendawan fusarium.

       Bahan dari beras, kentang dan isolat tricoderma.

       Volume yang diproduksi 50 Kg (250 kemasan @200 gram. 

Klinik PHT Basarang 11 siap berinovasi dan menyediakan bahan pengendalian OPT yang ramah lingkungan, berupa PGPR, Pesnab, burdog lestari dalam kemasan, tlcopadat dan tricokompos. Juga menyediakan bibit tanaman organik dalam polibag seperti cabai, tomat, terong, bibit tanaman refugia, yang berfungsi sebagai tempat musuh alami (TPHP/Foto:UPTD BPTPH).

TPHP Prov Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook