Koperasi Serba Usaha Dayak Hapakat Gelar Rapat Kemitraan

Kontribusi dari DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS, 13 Juli 2021 16:12, Dibaca 57 kali.


MMCKalteng - Gunung Mas – Koperasi Serba Usaha Dayak Hapakat menggelar Rapat Pembahasan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Hotel Zefanya Kuala Kurun, Selasa (13/7/2021). Asisten Perekonomian dan Pembangunan Richard membenarkan bahwa kegiatan hari ini adalah pemisahan koperasi untuk kemitraan itu tidak bisa satu koperasi harus dua koperasi, yang pertama adalah Koperasi Dayak Hapakat dan yang kedua Koperasi Bukit Tambak. Dua koperasi ini harus dibuat sesegera mungkin.

Kemudian, lanjut Richard, untuk agenda yang kedua adalah terkait mekanisme manajemen koperasi yang akan dilaksanakan. "Dari hasil kegiatan ini yang kami pantau pihak koperasi ini pada awalnya menuntut sistem kemitraan ataupun plasma itu mereka meminta dengan menggunakan sertifikat tanah yang ada," ucapnya.

(Baca Juga : Gedung Pasar Datah Manuah Dijadikan Mall Perizinan)

Dari hal itu, kata dia, ini nanti akan disepakati menggunakan sistem HGU, karena lebih mudah dan lebih praktis, bisa menjamin kepemilikan yang ada dari koperasi tersebut.

“Saya berharap dengan dilaksanakan rapat ini kemitraan antara plasma PT. BMB Kurun dan juga dua koperasi tersebut bisa lebih bagus dan meningkat,” kata Richard.

Jika secara hukum hal ini sah, jika sebelumnya terkendala koperasi tidak bisa bersatu. Dengan adanya kemitraan ini masyarakat juga bisa berperan dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun infrastruktur juga bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

“Kami berpesan kepada koperasi ini agar mempunyai kewajiban dan mempunyai badan yang sehat. Mereka wajib mengadakan rapat tahunan yang bersifat intern mereka sendiri, ataupun bisa mengundang dinas terkait/unsur dari pemerintahan," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Gunung Mas Sudin mengatakan, wilayah PT BMB ini ada dua wilayah koperasi. Koperasi yang pertama Dayak Hapakat dan Koperasi yang kedua adalah Koperasi Bukit Tambak Jaya.

"Terkait hal tersebut ada masukan anggota lebih dari seribu hektar lahan dalam peraturan permenpan itu tidak diperbolehkan satu koperasi, karena luasan lahan 1.800 Hektar akhirnya muncul lah Koperasi Bukit Tambak Jaya ini untuk masuk ke dalam kebun plasma PT. BMB. Untuk setiap koperasi mempunyai pengurus masing-masing supaya tidak tumpang tindih dalam manajemen sebuah koperasi,” katanya.

"Koperasi ini sudah lama terbentuk bagian wilayahnya hari ini kita bahas, untuk PT. BMB mempunyai plasma dua hamparan, hamparan A misalnya desa kelurahan yang mana hamparan B misalnya desa kelurahan yang mana, supaya memudahkan dua koperasi untuk membawahi agar tidak zig-zag. Misalnya ada dari Kecamatan Tewah masuk Dayak Hapakat padahal posisinya Kurun, ada dari Hurung Bunut masuk ke Bukit Tambak Jaya padahal lokasinya arah ke atas," terangnya.

"Rapat Anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaan diatur dalam anggaran dasar, yaitu dihadiri lima puluh persen dari jumlah anggota yang aktif," pungkasnya. (Iswanto / Foto: Arham Said)

DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook