Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalteng Pimpin Rapat Tindaklanjut Permohonan Investasi dari Perusahaan PT. Nusa Niaga Cemerlang

Kontribusi dari Bayuningtyas Wulandari, 15 Juni 2021 20:47, Dibaca 152 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) H. Nurul Edy mewakili Gubernur Kalteng Pimpin Rapat Tindaklanjut Permohonan Investasi dari Perusahaan PT. Nusa Niaga Cemerlang. Rapat tindaklanjut digelar terpusat di Gedung Smart Province (GSP) Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Prov. Kalteng, diikuti secara virtual melalui video conference oleh PT. Nusa Niaga Cemerlang serta pihak terkait lainnya, Selasa (15/6/2021).


Seiring pelaksanaan pengerukan sungai Barito, sungai Katingan dan sungai Kapuas, mengakibatkan limbah pasir sungai yang cukup besar sekitar 300.000.000 M2. Untuk itu, PT. Nusa Niaga Cemerlang rencananya akan memanfaatkan limbah pasir tersebut menjadi obyek yang punya nilai ekonomis tinggi.

(Baca Juga : Sekda Kalteng Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penegasan Batas Daerah)

Berdasarkan maksud diatas PT. Nusa Niaga Cemerlang memohon dukungan Gubernur Kalteng agar dapat memberikan rekomendasi untuk bisa jual export sebagai bahan baku high way dan kereta cepat (sekarang pasir eks. Kalteng dipakai untuk kereta cepat Jakarta-Bandung).

Direktur PT. Nusa Niaga Cemerlang melalui juru bicara reza menyampaikan bilamana mendapat persetujuan dari Pemprov. Kalteng, secara khusus Gubernur Kalteng, banyak manfaat untuk memperbaiki ekonomi diantaranya pemasukan devisa negara, pendapatan Asli daerah (PAD) Kalteng, dengan proyek pendangkalan sungai dikemudian hari sehingga lalu lintas sungai Kalteng tidak termasuk musim hujan (kemarau 5 bulan, kapal-kapal tidak bisa lewat), efek pertumbuhan ekonomi rakyat dari hulu ke hilir yang memanfaatkan lalu lintas sungai akan lancar dilalui sepanjang tahun, bila program proyek atasi pendangkalan sungai ini berjalan lancar maka hasik panen “food estate” tidak terpengaruh musim kemarau dan infrastruktur yang kurang memadai serta penanggulangan banjir pada musim hujan seperti yang baru terjadi di Kalimantan Selatan.

Menanggapi hal itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng H. Nurul Edy, menyampaikan beberapa hal tanggapan dari Pemprov. Kalteng. Pertama, sesuai pasal 6 ayat(1) huruf k dan pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, bahwa yang berwenang menerbitkan perizinan berusaha dalam pengelolaan pertambangan mineral dan batubara adalah Pemerintah Pusat. Kedua, Pemrakarsa diwajibkan melakukan studi kelayakan seara teknis dan detail terkait rencana kegiatan dan permohonan pengajuan, pemeriksaan, dan penilaian terhadap dokumen lingkungan oleh PT. Nusa Niaga Cemerlang untuk rencana kegiatan pengerukan pengairan dan perdagangan ekspor bahan baku pasir, dapat dilakukan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (cq. Direktorat Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan), dengan mempedomani format penyusunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, sehubungan dengan permohonan rekomendasi untuk ekspor pasir sungai, maka harus diuji laboratorium terlebih dahulu apakah jenis pasir tersebut masuk dalam kategori yang dilarang ekspor atau tidak dan disarankan agar berkonsultasi ke Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI terkait persyaratan-persyaratan dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk Ekspor. Terakhir agar perlu dilakukan rapat pendalaman lebih lanjut secara daring, dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait guna mendapatkan analisis komprehensif dalam menjawab surat Direktur PT. Nusa Niaga Cemerlang kepada Gubernur Kalimantan Tengah berkenaan Permohonan Dukungan Memberikan Rekomendasi Untuk Bisa Jual Expor Sebagai Bahan Baku High Way dan Kereta Cepat.

Hadir mengikuti rapat di GSP diantaranya Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait. (Tyas/Foto:Feryazzarie)

Bayuningtyas Wulandari

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook