Ruas Jalan Puruk Cahu-Muara Teweh Harus Dipasang Rambu

Kontribusi dari Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng, 21 Mei 2021 07:05, Dibaca 224 kali.


MMCKalteng -  Palangka Raya – Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada pemerintah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang rambu-rambu peringatan pada ruas jalan penghubung Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya (Mura) dengan Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut) yang mengalami longsor dan menyebabkan keretakan pada bagian jalan. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalteng yang membidangi Infrastruktur dan Prasarana, H Purman Jaya saat dibincangi di gedung dewan, Kamis (20/5/2021). Menurutnya, pemasangan rambu-rambu peringatan bertujuan agar pengguna jalan lebih waspada saat melintas di ruas jalan antar kabupaten yang mengalami kerusakan akibat longsor tersebut.

“Diharapkan agar Dishub dapat memasang rambu-rambu pemberitahuan bahwa jalan sedang longsor, agar masyarakat yang melintas lebih berhati-hati. Kami rencananya ada kegiatan kunjungan dalam daerah. Dalam kegiatan ini kemungkinan kami akan melihat langsung kondisi jalan tersebut, setelah itu dibicarakan tindak lanjut penanganan seperti apa,” ucapnya.

(Baca Juga : KUA-PPAS APBD 2021 Disepakati)

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kabupaten Barito Timur (Bartim), Barito Selatan (Barsel), Barut dan Mura ini juga mengatakan, ruas penghubung antar Kabupaten yang mengalami kerusakan tersebut harus mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya dari Balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengingat ruas tersebut dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

“Terlihat bahwa ruas tersebut merupakan ruas jalan strategis nasional, tentunya penanganan atau perbaikan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN. Kami mendorong agar hal itu mendapat perhatian instansi terkait agar jalan tersebut bisa fungsional dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Dikatakan, ruas jalan penghubung antara Kabupaten tersebut merupakan jalur utama dalam mensuplai barang maupun jasa di beberapa wilayah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, sehingga kerusakan yang terjadi akibat longsor tersebut berpotensi mengakibatkan aktivitas pengiriman barang dan jasa menjadi terlambat.

“Kerusakan ruas jalan tersebut berpotensi mengakibatkan aktivitas pengiriman barang dan jasa menjadi terlambat, sehingga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Bahkan seperti yang kita ketahui bahwa jalan longsor di ruas Puruk Cahu-Muara Teweh Km 61 menyebabkan sejumlah truk angkutan harus antri agar bisa melewatinya,” pungkasnya. (Rovie / Foto: Rovie)

Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
DPRD
DPRD
DPRD
DPRD
DPRD
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook