Kadislutkan Hadiri Rakernas Kementerian Kelautan dan Perikanan di Bandung

Kontribusi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, 05 April 2021 13:14, Dibaca 399 kali.


MMCKalteng – Bandung – Gubernur Kalimantan Tengah menugaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Ir. H. Darliansjah, M.Si menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2021, di Pullman Bandung Grand Center, Senin (5/4/2021). Rakernas ini dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM, Deputi Kemaritiman dan Sumber daya Alam, Direktur Jenderal Anggaran, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, SE, Gubernur se-Indonesia, Pejabat Eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi se-Indonesia.

Dalam Rakernas KKP Tahun 2021, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Ia berharap semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan dan program untuk kemajuan kelautan dan perikanan di Indonesia.

(Baca Juga : Evaluasi Program HIV AIDS Dan PIMS Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020)

Rakernas KKP Tahun 2021 ini dibuka langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM. Dalam arahannya Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas perairan sebesar 6,4 juta km² atau 75% dari wilayah negara Indonesia menjadi sangat strategis. Namun, selama ini sektor kelautan di negeri ini belum dipandang sebagai kekuatan ekonomi nasional. Padahal, potensi ekonomi kelautan dan perikanan jika dikelola dengan inovatif dan baik, akan menjadi salah satu sumber modal utama pembangunan dan memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat.

Sebagai gambaran, tahun 2019 nilai pasar produk perikanan dunia mencapai USD 162,7 miliar, sementara itu nilai ekspor produk perikanan Indonesia baru mencapai USD 4,9 miliar atau 3,03%. Komoditas perikanan yang menjadi andalan ekspor Indonesia saat ini diantaranya udang, tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan-kepiting dan rumput laut. Udang dan rumput laut sebagian besar merupakan hasil perikanan budidaya sementara tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita dan rajungan-kepiting merupakan hasil perikanan tangkap. Dengan mengingat perikanan tangkap memiliki keterbatasan daya dukung untuk dieksploitasi, maka ke depan KKP akan memperkuat sektor perikanan budidaya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai eksportir ternama produk kelautan dan perikanan. 

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, “Sesuai arahan Presiden, saya dipercaya untuk memimpin dan bisa merecover KKP untuk kemajuan bangsa. Saya ingin membawa KKP ini rebound agar sektor kelautan dan perikanan bisa berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

Sebagai langkah terobosan dalam pelaksanaan program pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan, ada 3 prioritas KKP pada tahun 2021-2024 yaitu:

1. Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

2. Pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan.

3. Pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Sakti Wahyu Trenggono menambahkan, terkait dengan pengembangan perikanan budidaya, dalam 3 tahun ke depan KKP akan fokus pada budidaya komoditas perikanan untuk tujuan ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut. Khusus untuk komoditas udang yang selama ini menjadi andalan ekspor perikanan indonesia, kegiatan budidayanya akan dilakukan melalui pembentukan shrimp estate di beberapa wilayah seperti di Pulau Sumatera, Jawa, maupun daerah lainnya.

Konsep shrimp estate adalah kegiatan budidaya dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan yang clear and clean, kegiatan pembenihan, pabrik pakan, pembesaran hingga pengolahan yang terpadu dalam satu wilayah. Dengan model kegiatan budidaya shrimp estate, diharapkan dapat meningkatkan kemitraan antara pemerintah dan stakeholders secara bersama-sama dalam meningkatkan produktivitas budidaya udang dengan tetap menjaga lingkungan.


Selain pengembangan komoditas ekspor di atas, pengembangan perikanan budidaya juga dilaksanakan di tingkat lokal khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini dilakukan melalui pengembangan kampung perikanan budidaya yang berbasis komoditas unggulan dan kearifan lokal.

Kampung perikanan budidaya ini mensinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan, serta digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah sehingga mampu menjamin produksi yang kontinyu dan terjadwal. Beberapa yang dikembangkan adalah kampung bioflok lele, kampung bioflok nila, kampung kerapu, kampung kakap putih, kampung lobster, kampung rumput laut, kampung patin, kampung ikan hias, dan komoditas lainnya sesuai dengan kearifan lokal.

“Saya mengajak Bapak/Ibu, stakeholders kelautan dan perikanan untuk mendukung program-program KKP. Selain itu, seluruh pihak agar dapat memberikan sumbang saran dan pikiran agar kebijakan, program dan regulasi yang akan dihasilkan KKP dapat diterima semua pihak dan yang lebih penting dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Saya membuka diri seluas-luasnya untuk masukan dan koreksi serta saya berjanji akan berupaya sekuat tenaga dan pikiran saya mewujudkan perbaikan bagi kebijakan dan program KKP ke depan,” tutup Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya.

Berkenaan dengan Prioritas Program KKP, Gubernur Kalteng melalui Kadislutkan Prov kalteng H. Darliansjah mengatakan, "Kalimantan Tengah sangat mendukung dan siap bersinergi dengan KKP dan Kementerian terkait, karena program tersebut sangat sinkron dengan program-program percepatan pembangunan kelautan dan perikanan yang telah dirumuskan dan disepakati dalam komitmen bersama yang telah ditandatangani Kadislutkan Prov. Kalteng dan Kadis yang membidangi Perikanan Kabupaten/Kota se-Kalteng pada tanggal 29 Maret 2021 lalu, antara lain Program Shrimp Estate yaitu budidaya udang Vaname di Kabupaten/Kota pesisir pantai, program perikanan budidaya ikan lokal khas Kalteng seperti Betok, Jelawat, Belida dan Gabus di Kabupaten terpilih, termasuk program revitalisasi perikanan budidaya di kawasan Food Estate terutama di Kabupaten Pulang Pisau. Insya Allah secepatnya akan kami tindak lanjut hasil Rakernas ini bersama sama dengan Kabupaten/Kota," ucap H. Darliansjah.  (Adt/Foto:Indra)

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook