Gubernur Kalteng Ikuti Rapat Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi

Kontribusi dari Widia Natalia, 06 Januari 2021 14:34, Dibaca 315 kali.


MMCKalteng – Kotawaringin Barat - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran mengikuti Rapat Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi yang dipimpin secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (06/01/2021). Rapat diikuti Gubernur secara virtual melalui video conference dari ruang kerja Wakil Bupati Kotawaringin Barat.

Dalam arahannya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan beberapa hal yang penting, terutama dalam rangka kegiatan-kegiatan di tahun 2021. Pertama, strategi dalam menangani pandemi pada Tahun 2021 tetap sama, yaitu mengenai urusan penanganan kesehatan, masalah perlindungan sosial, masalah yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

(Baca Juga : Wagub Kalteng Sampaikan Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemprov Bersama Pemerintah Daerah Untuk Penanganan Banjir )

“Kunci bagi pemulihan ekonomi kuncinya adalah bagaimana kita bisa berusaha keras, bekerja keras dalam rangka bisa menghentikan dan mengendalikan Covid-19”, ucap Presiden Joko Widodo.

Presiden juga mengingatkan kepada Kepala Daerah agar lebih gencar mensosialisasikan 3T yakni testing, tracing, treatment. Selain itu, menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“ Itu betul-betul bisa kita lakukan di lapangan, sekali lagi, di lapangan. Karena dari survei yang kita lakukan sekarang ini motivasi disiplin terhadap protokol kesehatan masyarakat itu berkurang. Memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak ini berkurang”, tambahnya.

Joko Widodo juga meminta kepada para Gubernur agar menggencarkan kembali masalah yang berkaitan dengan kedisiplinan protokol kesehatan, disiplin terhadap protokol kesehatan.

“Karena tadi surveinya memang disiplin terhadap protokol kesehatan ini menurun”, imbuhnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi  akan dimulai minggu depan. Diketahui, distribusi vaksin telah dimulai sejak beberapa hari yang lalu yakni pada hari Minggu tanggal 3 Januari 2021, dan pada hari Selasa pada tanggal 5 Januari 2021sudah mulai masuk ke Daerah.

“Itu baru tahapan pertama karena target kita nantinya untuk bulan Januari itu 5.800.000 vaksin harus masuk ke daerah. Bulan Februari itu 10.450.000 vaksin harus didistribusikan lagi ke daerah. Kemudian bulan Maret 13.300.000 vaksin juga harus terdistribusi dan bisa dilaksanakan vaksinasinya oleh daerah-daerah. Dan bulan-bulan berikutnya nanti akan saya sampaikan pada waktu yang akan datang”, jelas Presiden.

Presiden juga menyampaikan mengenai jumlah dosis vaksin yang telah di pesan atau firm order. Dari Sinovac itu 3.000.000 ditambah 122.500.000, kemudian dari Novavax itu 50.000.000, dari COVAX/GAVI itu 54.000.000, dari AstraZeneca 50.000.000, dari Pfizer 50.000.000 vaksin. “Artinya, jumlah totalnya yang telah firm order itu 329.500.000 vaksin.”, ucap Presiden.

Untuk pengaturannya akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan.

“Oleh sebab itu, saya minta kesiapan-kesiapan kita dalam rangka menuju vaksinasi ini betul-betul agar dicek dan dikontrol oleh para Gubernur”, tuturnya.

Hal-hal lainnya yang disampaikan oleh Kepala Negara yakni yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

“Kuncinya adalah di investasi. Karena APBN kita tidak memungkinkan untuk seluruh pembangunan ini di-cover dari anggaran APBN. Oleh sebab itu, sekali lagi meskipun ini sudah berulang-ulang kali saya sampaikan, agar jangan ada baik itu kementerian dan pemerintah daerah yang menghambat adanya investasi. Yang kita inginkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah itu memberikan pelayanan yang cepat, yang baik kepada investasi. Untuk investasi-investasi besar, saya titip agar ditangani sendiri oleh para Bapak-Ibu Gubernur sehingga betul-betul bisa direalisasikan di lapangan”, ungkap Presiden.

Lebih lanjut diutarakan oleh Presiden, pada bulan Januari 2021 ini juga telah terbentuk yang namanya Sovereign Wealth Fund (SWF). Dengan adanya SWF diharapkan memiliki sebuah terobosan dalam rangka pembiayaan Nasional, agar tidak hanya tergantung kepada APBN, tidak tergantung hanya dari bantuan pinjaman, tetapi juga akan memiliki satu instrumen lagi, yaitu SWF yang namanya adalah Indonesia Investment Authority.

Terakhir, hal-hal yang disampaikan oleh Presiden dalam rapat tersebut, berkaitan dengan pembangunan yang ada di Daerah. Untuk tahun 2021, agar yang berkaitan dengan pembangunan food estate, dalam rangka ketahanan pangan, para Kepala Daerah yakni dalam hal ini para Gubernur yang di Provinsinya atau di wilayahnya yang ada pembangunan food estate, agar mempercepat terhadap perizinan, terhadap hal-hal yang berkaitan dengan lapangan diberikan dukungan penuh.

“Kita harapkan nantinya di 2021 ini bisa kita selesaikan dengan baik”, tutup Joko Widodo.

Rapat ini diikuti secara virtual oleh para Gubernur di seluruh Indonesia. Gubernur Kalteng didampingi Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Prov. Shalahuddin, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Prov. Kalteng H. Darliansjah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prov. Kalteng.(Sumber Kominfo Kab. Kobar)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook