Plt. Kepala Dinas Kominfo Kalteng Hadiri Acara Puncak Hari Nusantara ke-20 Tahun 2020

Kontribusi dari Widia Natalia, 13 Desember 2020 10:40, Dibaca 425 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DiskominfoSantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Agus Siswadi mewakili Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menghadiri Acara Puncak Hari Nusantara ke-20 Tahun 2020 secara virtual dari Gedung Smart Province (GSP) DiskominfoSantik Prov. Kalteng, Minggu (13/12/2020).


Kegiatan ini mengusung Tema Penguatan Budaya Bahari Dalam Peningkatan Ekonomi Maritim di era Digital. Peringatan Hari Nusantara berawal dari Deklarasi Juanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957.

(Baca Juga : Ketua TP-PKK Kalteng Kunjungi Sentra UMKM Gerakan Masyarakat Wirausaha, Kabupaten Kotim)

Melalui Deklarasi ini kedaulatan wilayah laut Indonesia diakui secara Internasional. Dalam rangka peringatan Hari Nusantara Tahun 2020 yang ke-20, Kementerian Kominfo selaku Ketua Pelaksana Pusat.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mewakili Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo untuk memberikan arahan sekaligus membuka Peringatan Hari Nusantara 2020, Menteri Koordinator Bidang Kematiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk memberikan Sambutan dan Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate yang dalam hal ini menyampaikan Laporan Pelaksanaan Acara.

Acara ini juga diikuti oleh Pimpinan Lembaga, Para Gubernur dan Pimpinan Daerah secara virtual.

Peringatan Hari Nusantara 2020 ditandai dengan penerjun TNI yang membawa Bendera Merah Putih dan spanduk Hari Nusantara yang disiarkan secara live streaming dari Lokasi Latihan AL di lapangan Udara Ir. H. Djuanda Surabaya.

Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate dalam laporannya menyampaikan selebrasi hari Nusantara merupakan kristalisasi semangat para pendaluhu Bangsa Indonesia yang sejak ratusan Tahun yang lalu telah menjadi Bangsa Pelaut, nenek moyang kita adalah pelaut yang tangguh, ulung dan digdaya. Menyonsong Tahun 2021, Johnny Gerard Plate menyampaikan Menteri Kominfo mengajak seluruh pihak untuk bergerak serentak menerjam badai dan halangan dan rintangan untuk mewujudkan agenda besar Indonesia Transpormasi Digital Indonesia.

Johnny Gerard Plate berharap kepada generasi milenial yang merupakan generasi masa depan Indonesia mengetahui Indonesia adalah Negara Kepulauan yang diperjuangkan tidak saja dengan keringat, darah dan air mata tetapi diplomasi luar biasa yang dilakukan diplomat yang ulung.

Menteri Koordinator Bidang Kematiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya mengutarakan keinginannya kepada generasi muda yakni para milenial agar mengenal dan menghargai apa yang sudah dilakukan oleh para pahlawan dalam mewujudkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pertama kali dicetuskan dalam Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957.

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pada tanggal 13 Desember 1957, Ir.  Djuanda yang menjabat sebagai Perdana Menteri mencetuskan Deklarasi yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Semua perairan disekitar diantara dan yang menghubungkan Pulau-Pulau atau bagian Pulau-Pulau yang termasuk dalam Negara RI dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian dari Negara RI dan dengan demikian merupakan bagian perairan Nasional yang berada dibawah kedaulatan mutlak Negara RI. Deklarasi ini selanjutnya juga dikenal sebagai Konsepsi wawasan nusantara. Selanjutnya Deklarasi tersebut disahkan melalui Undang-Undang Nomor 4 Prv Tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Deklarasi ini mendasari perjuangan Bangsa Indonesia untuk menjadi rezim Negara Kepulauan. Walaupun tidak serta merta bahkan mendapat tantangan dari negara-negara besar di dunia, namun dengan kegigihan selama 25 tahun, akhirnya konsep Indonesia sebagai negara kepulauan di akui dunia setelah United Nations convention On The Law of the Sea.

Hal tersebut disahkan pada tanggal 10 Desember 1982 melalui Konvensi perserikatan bangsa-bangsa tentang hukum laut, dan Indonesia telah meratifikasi nya dengan undang-undang nomor 17 tahun 1985 selanjutnya unclos secara resmi berlaku pada tahun 1994 atas dasar inilah negara Indonesia memandang laut sebagai jati diri bangsa serta laut sebagai pemersatu dan perekat bangsa.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mewakili Presiden RI Joko Widodo dalam arahannya menyampaikan Peringatan Hari Nusantara mempunyai makna yang sangat penting berawal dari Deklarasi Juanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu yaitu Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi Djuanda tersebut menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia diantara dan didalam Kepulauan Indonesia menjadi satu Kesatuan wilayah Negara Kesatuan RI. Melalui Deklarasi tersebut Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautan yang sangat luas sehingga menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh dan berdaulat.

Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan penegasan, pengingatan bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di dunia. Mahfud MD berharap kekayaan Nusantara yang dimiliki dapat lebih memakmurkan Negeri dalam pembangunan Nasional, mewujudkan Indonesia yang damai dan kekeluargaan, mejadi Negara Maritim dengan Budaya Baharinya yang mampu mengelola potensi sumber daya alam laut untuk kesejahteraan masyarakat dan disegani di dunia yang tentunya tidak terlepas dengan cara mengoptimalkan teknologi yang tersedia yang tidak akan dapat kita hindari.

Rangkaian acara diakhiri dengan menampilkan video infrastruktur fisik dan digital di Indonesia, aplikasi kemaritiman, potensi ekonomi laut serta keindahan Indonesia dan penampilan Taruna dan taruni STIP dan AAL sedang menggunakan devices canggih dan menjadi representasi milenial pengguna teknologi masa depan yang saat ini dibangun Pemerintah dan Badan Usaha.(WDY/Foto:Asep)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook