Kominfo Kalteng Bekerjasama Dengan KPCPEN dan Kemkominfo Gelar Webinar Bertema Vaksin Dewasa Tingkatkan Imun Tubuh

Kontribusi dari Widia Natalia, 24 November 2020 09:50, Dibaca 140 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DiskominfoSantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) bekerjasama dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar Webinar KPCPEN bertema “Vaksin Dewasa Tingkatkan Imun Tubuh”. Kegiatan ini dilangsungkan di Gedung Smart Province (GSP) DiskominfoSantik Prov. Kalteng, dan diikuti seluruh peserta secara virtual dari tempat masing-masing, Selasa (24/11/2020).

Narasumber dalam Webinar ini yakni Plt. Kepala Dinas KominfoSantik Prov. Kalteng Agus Siswadi, S.Pd, M.Pd dan Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya drg. Yayu Indriaty, Sp. KGA. Acara ini dipandu oleh Pranata Humas Ferawati, S.Sos., M.Med.Kom.

(Baca Juga : Gubernur : Teruslah Mengabdi, Berkarya dan Berinovasi Tim Penggerak PKK)

Opening speech yang disampaikan Plt. Kepala Dinas KominfoSantik Prov. Kalteng Agus Siswadi mengatakan Webinar yang digelar saat ini merupakan fungsi dari Pemerintah untuk memberikan dan menyampaikan informasi yang objektif terkait dengan vaksin serta untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Covid-19.

Sementara, Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya drg. Yayu Indriaty, Sp. KGA  menjelaskan tentang Vaksin Dewasa Tingkatkan Imun Tubuh. drg. Yayu Indriaty menyampaikan, para pakar mengestimasikan diperlukan waktu sedikitnya 12-18 bulan sejak  bulan Maret 2020 untuk dapat diproduksi vaksin Covid-19 dan dipasarkan. Sampai saat ini sudah ada 8 jenis vaksin yang dikembangkan untuk melawan virus SARS-CoV-2 berdasarkan atas jenis antigennya.

Perkembangan Vaksin Covid-19 di Indonesia tentunya telah melewati tahapan Uji Klinik Fase 3 Vaksin Covid-19 di Indonesia yang dilakukan oleh kerjasama Sinovik dan Bio Farma. Setelah itu, dilakukan oleh Tim Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran  dan ditargetkan Uji klinis selesai pada Januari 2023. Hasil Laporan akan menjadi pertimbangan BPOM untuk memberikan Emergency  Use Authorization (EUA) di akhir Januari. Vaksin Merah Putih terus dikembangkan dan di targetkan selesai pada akhir 2021.

Pemerintah memastikan pemberian vaksin kepada masyarakat dengan memperhatikan keamanan, efektitas, kehalalannya. Vaksinasi memberikan manfaat diantaranya menurunkan angka kejadian penyakit , menciptakan kekebalan tubuh kelompok (Herd Immunity buatan) serta dapat melindungi orang-orang di sekitar kita. Vaksin efektif menekan infeksi penyakit menular yang efektif karena sifatnya mampu melindungi secara spesifik.

Pemberian vaksinasi tidak hanya dilakukan pada anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa. Beberapa contoh vaksin pada dewasa yakni Vaksin Toxoid tetanus yang berfungsi untuk - mencegah terjadinya penyakit tetanus, ibu hamil, melindungi ibu dan calon bayi yang diberikan 2 kali, yang pertama diberikan pada waktu ibu dinyatakan  positif hamil dan yang kedua adalah minimal 4 minggu setelah vaksin pertama diberikan dan  maksimal 2 minggu sebelum melahirkan.

Selain itu, vaksin meningitis meningokokus yang berfungsi untuk mencegah penyakit meningitis atau penyakit radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Vaksin Tifoid yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit demam Tifoid/tifus yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Jenis vaksin lainnya yakni Vaksin Campak (Measle)dan Vaksin Parotitis (Mumps) atau Gondongan Vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit parotitis yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar air liur di mulut yang banyak diderita anak-anak dan orang muda, Vaksin Yellow fever (demam kuning), Vaksin Hepatitis B, Vaksin Japanese B enchephalitis, Vaksin Rabies, Vaksin Influenza serta Vaksin Rubella (Campak Jerman).

Vaksinasi membentuk herd immunity buatan. Selain melalui infeksi, herd immunity dapat dibentuk dengan vaksin atau imunisasi. Orang yang di vaksin akan lebih sulit terkena penyakit .

Pemerintah berupaya mengendalikan penyebaran wabah Covid-19 dengan kampanye 3M dan Vaksinasi  untuk memberikan kekebalan pada minimal cakupan 60 – 70 populasi di Indonesia. Kekebalan kelompok melalui vaksinasi memberikan  perlindungan tidak langsung bagi orang orang rentan. Semakin banyak yang mendapat vaksin, penyebaran penyakit akan semakin sedikit.

drg. Yayu Indriaty menekankan, pemberian vaksin tidak dapat berdiri sendiri mengendalikan pandemic, sehingg protokol Kesehatan kesehatan (3T+3M) harus tetap di laksanakan dengan ketat.

“Vaksinasi dalam masa pandemi harus segera dilaksanakan dengan memperhatikan jenis vaksin yang akan digunakan sesuai dengan sasaran dan kaidah”, tutup  drg. Yayu Indriaty.(wdy/Foto:Ari)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook