Lapas Palangka Raya Ikuti Audiensi Proyek Perubahan Sekretaris Direktorat Jenderal Secara Virtual

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 15 September 2020 16:46, Dibaca 31 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya mengikuti acara Audiensi Proyek Perubahan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara virtual melalui aplikasi zoom, Selasa (15/9/2020).  Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lapas Palangka Raya, Chandran Lestyono, Pejabat Struktural Eselon IV dan V serta para pegawai di Aula Atas Lapas Palangka Raya yang dimulai pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sudjonggo, Kepala Biro Keuangan Setjen Kemenkumham, Iwan, Kepala Biro BMN Setjen Kemenkumham, Wisnu, seluruh Kepala Kantor Wilayah se-Indonesia beserta Kepala UPT Pemasyarakatan se-Indonesia. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Sesditjen Pemasyarakatan, Sudjonggo, sekaligus menyampaikan tentang Proyek Perubahan dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini.

(Baca Juga : Kunjungi Bapas Palangka Raya, Kadiv Administrasi Serahkan Bantuan Bagi Pegawai)


Dalam paparannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sudjonggo, menyampaikan mengenai produktivitas dan mekanisme penerapan Lapas Industri di UPT Pemasyarakatan seluruh Indonesia. Walaupun terkendala dengan kondisi Sumber Daya Manusia dan organisasi serta pemasaran kegiatan industri, beliau berharap Dirjenpas dapat meningkatkan produktivitas dan pembinaan kemandirian pada kegiatan industri di Lapas, sehingga mampu menciptakan industri kreatif di Lapas dan mendukung pembangunan nasional.

Kegiatan selanjutnya yaitu penjelasan tentang Proyek Perubahan Lapas Industri oleh Kepala Sub Direktorat Kegiatan Kerja dan Produksi, Kadek Anton Budiharta. Beliau menyampaikan bahwa Grand Design adalah solusi yang merupakan rancangan induk yang berisi strategi peningkatan kualitas industri WBP pada industri kreatif Lapas dalam kurun waktu 2020-2025.


"Road Map merupakan bentuk operasionalisasi Grand Design yang berisi rencana rinci peningkatan kualitas industri WBP dalam industri kreatif Lapas dari satu tahapan ke tahapan selanjutnya selama lima tahun dengan sasaran per tahun yang jelas," ucapnya.

"Hal ini akan menjawab persoalan dan permasalahan industri di Pemasyarakatan serta menjawab kebutuhan dalam melaksanakan kegiatan industri di Lapas," ungkap Kadek. (Red-dok, Humas Kalteng, September 2020).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook