Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Perikanan Tangkap Dalam Kegiatan Andon Penangkapan Ikan
  • Kontribusi dari RIKAH MUSTIKA, 14 September 2018 16:26, Dibaca 146 kali.

MMCKalteng-Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Perikanan Tangkap dalam kegiatan Andon Penangkapan Ikan di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat(14/9). Nampak hadir Pengawas Perikanan Madya Bidang Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ir. Siti Kamarijah, M.Si.

“Tujuan perjanjian kerja sama adalah untuk mempermudah koordinasi penanganan, perizinan dan pengawasan terhadap nelayan andon” ujar Darliansyah selaku Plt.Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah saat membacakan laporan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Beri Arahan Pada Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan)

Sebelum penandatanganan, dilakukan pembacaan Resume perjanjian kerja sama oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, Ir. H. Arief Rakhman Fauzi, M.Si

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, S.Hut, MP, membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang menyatakan bahwa potensi kelautan dan perikanan memiliki andil yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pangan terutama kebutuhan hewani, guna meningkatkan kecerdasan masyarakat.

“Permasalahan utama dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah berupa ancaman degradasi mutu lingkungan dan produktivitas akibat adanya pencemaran, illegal fishing, over fishing yang disebabkan belum efektifnya regulasi pengelolaan, pengawasan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan, sehingga kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan keragaman jenis, stok dan ukuran ikan yang tertangkap dan tidak memberikan infact bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan khususnya dan pelaku usaha perikanan umumnya” ujarnya.

 

Harapannya dengan adanya perjanjian tersebut dapat memberi kontribusi yang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat pesisir di pelabuhan perikanan dan sekitarnya, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan peningkatan mutu hasil tangkapan, serta berkembangnya sarana dan prasarana pelabuhan perikanan di Kalimantan Tengah. (Rikah / Foto : Asep)

 


Berita Terbaru

Berita Lainnya +