Pokdakan Diberikan Pengetahuan Penggunaan Obat-Obatan dan Probiotik

Kontribusi dari Muhammad Agusta Wijaya, 05 September 2018 18:16, Dibaca 416 kali.


MMCKalteng - Belum lama ini, sebanyak 30 pelaku pembudidaya ikan yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) perairan umum di Kotawaringin Barat (Kobar) diberikan pelatihan penggunaan obat-obatan dan probiotik oleh Dinas Perikanan (Diskan) Kobar di Aula Hotel Andhika Pangkalan Bun.

Hal itu diharapkan dapat memberikan pengetahuan pentingnya memahami cara penggunaan obat-obatan dan probiotik ikan di perairan umum.

(Baca Juga : 31.800 Anak Sekolah Target Imunisasi)

“Peranan obat-obatan dan probiotik ikan sangat penting bagi keberhasilan sistem usaha budidaya ikan. Obat-obatan biasanya digunakan untuk mengatasi permasalahan akibat serangan penyakit pada ikan. Dalam kondisi ini para pelaku budidaya ikan biasanya sering menggunakan berbagai bahan-bahan kimia maupun antibiotik dalam pengendalian penyakit tersebut,” ujar Kepala Diskan Rusliansyah.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan Anil Otor mengatakan, pemakaian bahan-bahan kimia dan antibiotik secara terus menerus dengan dosis yang tidak tepat malah akan menimbulkan masalah baru, berupa meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap bahan tersebut.

Untuk itu beliau berharap kepada para pembudidaya ikan agar berhati-hati dalam penggunaan obat-obatan. Kalaupun obat-obatan itu harus digunakan,  hendaknya penggunaannya ditempatkan pada prioritas terakhir, karena menurut beliau pengendalian penyakit pada budidaya perikanan dapat dilakukan dengan menggunakan probiotik. Ini lebih efektif, aman dan murah. Beberapa kajian menunjukkan bahwa pemberian probiotik mampu memperbaiki kondisi kualitas air dengan bertindak sebagai agen pengurai yang ditebarkan secara langsung ke air. (Humas Diskominfo Kobar/Razak)

Muhammad Agusta Wijaya

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook