MUSKOMWIL V Apeksi Regional Kalimantan Ke IX Tahun 2019

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 27 November 2019 00:39, Dibaca 223 kali.


MMCKalteng, Palangka Raya -Musyawarah Komisariat Wilayah (MUSKOMWIL) V Asosiasi Pemerintah Kota (APEKSI) Regional Kalimantan Ke IX Tahun 2019 bertema Dampak Pemindahan Ibu Kota Negara Terhadap Kota – Kota di Kalimantan dari segi Infrastruktur Sosial dan Lingkungan digelar di Kota Banjarmasin tanggal 25 s.d 27 November 2019.

(Baca Juga : Pembinaan Kelembagaan Adat Kedamangan)

Walikota Banjarmasin, H. Ibnu Sina mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Walikota beserta jajarannya yang telah hadir di Kota Banjarmasin, juga dari Kementrian Bappenas RI  dan Dewan Pengurus Apeksi, ucapnya saat sambutannya di Ballroom Hotel Golden Tulip Galaxi, Selasa (26/11/2019).

Kementerian Bappenas Republik Indonesia yang diwakili oleh Staf Ahli Meneg PPN, Imron Bulkin mengatakan dalam paparannya terkait dampak Pemindahan Ibu Kota di Kalimantan dari segi Infrastruktur diantaranya membangun angkutan masal berbasis rel dan intermoda dengan teknologi smart mobility, membangun jalan dengan kapasitas kualitas jaringan jalan perkotaan, membangun transportasi yang berkelanjutan, membangun energi transportasi perkotaan, pembangunan mengarah ke smart city.

Sementara itu angkutan umum direncanakan  menjadi pilihan utama masyarakat, pembangunan transportasi harus memperhatikan pengguna transportasi, konsep pembangunan transportasi harus memaksa masyarakat untuk berjalan kaki atau bersepeda kemudian menggunakan angkutan massal dan berjalan kaki lagi ketempat tujuannya, budaya berjalan dan bersepeda harus dibangun agar tingkat kesehatan masyarakat tinggi.

Perkiraan yang akan dialami terkait kondisi sosial dan budaya diantaranya keberagaman budaya akan meningkat bukan hanya  tingkat ekonomi dan pendidikan akan meningkat,  namun adanya urbanisasi yang tinggi, meningkatkan kohesi sosial yang akan memperbanyak arena sosial yang terbuka untuk semua seperti festival nasional atau daerah dari berbagai tempat, mengfungsikan simbol – simbol tradisi dan integrasi nasional yang menjadikan masyarakat yang nasionalisme melalui sosialisasi dan edukasi.

Menyediakan lapangan pekerjaan yang adil merata di berbagai aspek, perekrutan tenaga kerja dan ASN lokal yang akan bekerja di ibu kota baru, perencanaan harus sejak semula memasukan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan di berbagai bidang,” tutur Imron. (MC.Isen Mulang).

 

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook