Pembangunan Kependudukan

Kontribusi dari Widianatalia, 30 Agustus 2018 10:19, Dibaca 1,055 kali.


Selama ini, masalah kependudukan boleh dikatakan masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat maupun tokoh-tokoh masyarakat, baik itu dari para politisi, tokoh agama, pakar ekonomi maupun tokoh masyarakat lainnya. Permasalahan kependudukan di Indonesia sangat berpengaruh bagi pembangunan. Pemerintah dan masyarakat mesti mengetahui dampak yang akan timbul, dikarenakan perkembangan penduduk dunia hingga tantangan pembangunan penduduk yang harus dihadapi serta bagaimana cara menghadapi tantangan tersebut.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Prencanaan Pembangunan Nasional membahas mengenai Pembangunan Kependudukan dalam acara Peluncuran Buku “Proyeksi Penduduk Indonesia Tahun 2015 – 2045” di Jakarta, Jumat (28/08/2018).

(Baca Juga : Berbagi dalam Kepedulian)

Berdasarkan sumber dari UN Population Projection 2017 Revision mengenai perubahan struktur penduduk antarwilayah terjadi dengan kecepatan yang berbeda.

10 Negara terbesar pada Tahun 2015 dalam hitungan juta orang ; China dengan jumlah 1.367.485, India dengan jumlah 1.251.696, United States dengan jumlah 321.419, Indonesia dengan jumlah 255.994, Brazil dengan jumlah 204.260, Pakistan dengan jumlah 199.086, Nigeria dengan jumlah 181.562, Bangladesh dengan jumlah 154.596, Russian dengan jumlah 142.424 dan Japan dengan jumlah 126.920.

Perkiraan 10 Negara berpenduduk terbesar pada Tahun 2045 dalam hitungan juta orang. India dengan jumlah 1.636.496, China dengan jumlah 1.394.361, United States dengan jumlah 382.059, Nigeria dengan jumlah 371.119, Indonesia dengan jumlah 317.732, Pakistan dengan jumlah 293.003, Brazil dengan jumlah 232.724, Bangladesh dengan jumlah 199.744, Ethiopia dengan jumlah 178.818 dan DR Congo dengan jumlah 176.961.

Dapat dilihat, berdasarkan 10 Negara Berpenduduk Terbesar Tahun 2045, penuaan penduduk terjadi cepat di wilayah Eropa dan Asia. Hanya Afrika yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Dan, Indonesia diperkirakan akan tergantikan oleh Nigeria pada Tahun 2045 (Negara Berpenduduk Terbesar).

Tantangan Pembangunan Kependudukan di Indonesia yaitu dari segi peningkatan penduduk usia produktif, kualitas SDM Indonesia relatif masih rendah, TFR (Total Fertility Rate), AKI (Angka Kematian Ibu) & AKB (Angka Kematian Bayi) bervariasi antar Propinsi, cakupan jaminan sosial yang belum menyeluruh dan urbanisasi yang belum tertata. Dalam hal tersebut, tantangan yang dihadapi yang masih dominan yaitu mengenai kualitas SDM Indonesia relative masih rendah.

Dari segi Indikator Pembagunan, tantangan yang dihadapi yaitu kemiskinan, kerentanan, ketimpangan antar kelompok pendapatan dan antar wilayah serta pengangguran usia muda. Pengangguran usia muda menjadi dominan dalam hal ini.  Sedangkan, konflik sosial yang menjadi tantangan yaitu produktivitas masih rendah.

Tantangan-tantangan lain yang dihadapi dalam pembangunan kependudukan di Indonesia yaitu adanya perlambatan perekonomian global, perkembangan konstelasi politik di Negara maju, penduduk lanjut usia di Negara maju, perpanjangan dan peningkatan Demographic Dividend dan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan sumber BPS 2015, 2016, 2017, untuk menghadapi tantangan pada pertumbuhan ekonomi, perubahan struktur penduduk menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya, perubahan struktur penduduk telah mendorong konsumsi yang tinggi dan berkontribusi pada pertumbuhan. Terjadi peningkatan investasi oleh kelompok usia produktif. Serta, perbaikan iklim investasi dan mengembangkan infrastruktur pendukung sehingga peningkatan penduduk usia produktif harus disertai peningkatan produtivitas dan perubahan struktur penduduk menuju angka ketergantungan paling rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai Pembangunan Kependudukan yang seimbang yaitu pembangunan berpusat pada manusia. Penduduk Indonesia berdaya saing dan aktif di tingkat global sehingga penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas. Pemerataan pembangunan regional mendorong pemerataan penduduk sehingga adanya pengendalian urbanisasi dan pengelolaan migrasi. Pelestarian nilai-nilai keluarga untuk kesinabungan antargenerasi sehingga terjaganya nilai-nilai keluarga dan hubungan intergenerasi. Dan, pengurangan kerentanan melalui peningkatan cakupan SJSN sehingga perlindungan sosial yang komprehensif dan berkelanjutan.

 

 

Widianatalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Artikel
Artikel
Artikel
Artikel
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook