Peran Media Lokal Sangat Diperlukan Untuk Promosikan FBIM

Kontribusi dari Verawati Vei, 04 Mei 2018 13:00, Dibaca 1,204 kali.


MMCKalteng. Media adalah suatu alat yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Tanpa media, kita akan sulit mengetahui apa yang terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa media adalah sumber informasi. Festival  Isen Mulang merupakan Event promotion yang telah menjadi komponen yang kritis dalam strategi pengembangan masyarakat urban. Media massa lokal seyogyanya dalam konteks ini berfungsi sebagai alat distribusi apa yang akan ditampilkan dalam sebuah festival dimana hal tersebut akan mempengaruhi interpretasi dan makna festival itu sendiri di benak masyarakat. Berbagai event di berbagai kota yang ada di Indonesia yang menyelenggarakan event tahunan dengan mengusung budaya kekhasan setempat tak terkecuali Festival Budaya Isen Mulang. Tahun tahun sebelumnya kegiatan ini diselenggarakan secara rutin di ibukota provinsi yaitu di Palangka Raya, namun tahun 2017 kemarin FBIM diselenggarakan di Sampit, Kab.Kotawaringin Timur dan pada tahun 2018 diselenggarakan di Kuala Kapuas, Kab.Kapuas.

Kekayaan budaya dayak Kalimantan Tengah yang unik dan beragam mengandung nilai nilai budaya luhur dapat memberikan dampak positif meningkatkan kunjungan wisata yang dapat memajukan kualitas hidup masyarakat setempat. Festival Budaya Isen Mulang sebagai event promotion, dimana dalam acara ini menampilkan ke khasan budaya Dayak Kalimantan Tengah yang tidak dimiliki oleh budaya suku yang lain yang ada di Indonesia.Dalam festival ini nampak digelar beberapa lomba antara lain : sepak sawut apui, tari daerah pesisir, jukung tradisional, maneweng manetek,manyila kayu, magenta,balogo, manyipet, habayamg, besei kambe, malamang, mangaruhi, mamasak/sukup simpan, lawang sakepeng, karungut, tari daerah pedalaman,jukung hias, pemilihan Putra-Putri Pariwisata dan ada dua perlombaan baru yaitu seni ukir patung dan seni ukir talawang. Selain itu di awal sebelum Festival ini resmi dibuka, ditandai dengan Pawai Budaya. Didalam rangkaian Pawai Budaya Dayak tersebut tidak terlalu pakem sesuai dengan konsep budaya Dayak yang murni pada jaman dahulu. Misalnya dalam karnaval Budaya Isen Mulang, beberapa kontingen dari Kabupaten yang ada di wilayah Kalimantan Tengah mengusung tema Dayak dengan menggabungkan konsep budaya tradisional dan modern, mulai dari konsep karnaval, kostum, tata rias maupun design properti karnaval. Hal ini menandai masuknya budaya modern dalam kehidupan masyarakat Dayak sebagai daerah dengan budaya yang terbuka, dinamis dan interaktif bahkan terhadap budaya asing sekalipun. Kalimantan Tengah ingin mewujudkan dirinya sebagai daerah dengan pergaulan global, tidak hanya ingin memperkenalkan Dayak Kalimantan Tengah kepada penduduk pendatang namun juga warga asing yang berkunjung ke Kalimantan Tengah.

(Baca Juga : Bingkai Semangat Bela Negara)

Warga Kapuas disuguhkan tontonan apik pawai Budaya, yaitu beberapa tarian Dayak dari berbagai Kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah, karena budaya Dayak yang ada di Kalimantan Tengah mempunyai ciri khas masing masing. Upaya ini dilakukan untuk menghidupkan lagi antusisas masyarakat untuk menghargai dan mencintai Budaya Dayak , selain menumbuh kembangkan pemahaman dan penilaian mereka terhadap masa lalu /sejarah tentang budaya Dayak.

Keragaman Budaya melalui Festival Budaya Isen Mulang ini menjadikan keunikan tersendiri sehingga menjadikan ciri khas dari Kalimantan Tengah itu sendiri.  Hal tersebut diperlukan peranan penting para stakeholder terkait untuk mendukung kemajuan dan perkembangan daerah Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah harus bersinergi dengan SKPD terkait yang sesuai dengan bidangnya dan media lokal setempat guna membantu perkembangan pelestarian Budaya Dayak yang diperkenalkan melalui Festival Budaya Isen Mulang. Karena tidak banyak sekali berita berita ataupun tulisan mengenai adat tradisional khususnya Dayak Kalimantan Tengah. Sehingga masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana budaya Dayak itu sehingga ada rasa mencintai dan menghargai budaya itu sendiri.

Perlu dukungan dari media lokal yang memberitakan FBIM itu tidak hanya sebuah acara rutinitas untuk menyambut Hari Jadi Kalimantan Tengah saja namun didalam rangkaian acara tersebut tersirat banyak makna, selain sebagai pelestarian budaya Dayak. FBIM merupakan attitude atau sebuah sikap dalam menghadapi perubahan di era globalisasi.

Secara esensi FBIM merupakan sarana melestarikan Budaya leluhur tanah Dayak Kalimantan Tengah. FBIM melibatkan semua elemen masyarakat yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Acara ini tidak hanya sebagai rutinitas tahunan saja, namun diharapkan dapat menarik wisatawan dari dalam dan luar daerah untuk berkunjung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Karena dengan adanya bulan wisata atau bulan kunjungan dengan rangkaian acara seperti ini dapat menjadi roda penggerak ekonomi dan akan membantu kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan logo Kementrian  Pariwisata Republik Indonesia “Wonderful Indonesia”. Menunjukkan bahwa alam Indonesia sangat kaya dengan keindahannya serta berbagai hasil bumi dan lautnya. Dari mulai ketinggian puncak gunung hingga ke dasar laut yang terdalam, dan dari pulau ke pulau yang terhampar dari Barat sampai ke timur, mengandung sumber alam serta keindahan sebagai potensi pariwisata yang luar biasa, tiada tandingannya. Sehingga menumbuhkan kecintaan masyarakat kita akan keindahan negeri kita sendiri daripada negara lain.(Foto:Asep)

 

Verawati Vei

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Artikel
Artikel
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook