Mangenta Tradisi Leluhur Suku Dayak Yang Patut Dilestarikan

Kontribusi dari Widianatalia, 03 Mei 2018 13:49, Dibaca 1,884 kali.


MMCKalteng- Salah satu tradisi leluhur suku Dayak yang patut dilestarikan di Kalimantan Tengah yaitu mangenta, yang pada FBIM tahun 2018 diadakan lomba magenta di Stadion Olahraga Panunjung Tarung Jalan Maluku, Kamis (3/5) Kuala kapuas Kabupaten Kapuas. Cabang lomba ini diikuti oleh 9 Kabupaten yaitu Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Lamandau, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan dan Murung Raya. Alat yang digunakan dalam cabang lomba magenta yaitu lisung, halu, penguir ( kaluir ), kiap / penampih, rinjing / kuali , suruk  / suduk , tungku dan kayu bakar. Tiap regu beranggotakan 5 ( lima ) orang.

Konon ceritanya, tradisi Mangenta berasal dari nenek moyang suku Dayak Kalimantan Tengah dahulu kala atau dengan kata lain sifatnya turun temurun. Mangenta merupakan suatu kegiatan kaum petani bersyukur atas dimulainya panen padi, pada saat musim tiba untuk menuai. Pada FBIM 2018 lomba Mangenta ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melestarikan tradisi leluhur agar tidak hilang ditelan oleh jaman. (Widia&Vera/Foto:Asep)

(Baca Juga : Pemenang Cabang Lomba Maneweng, Manetek, Dan Manyila Kayu Pada FBIM 2018)

 

 

Widianatalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook