Kalteng Dapat Pasokan Gula Pasir Sebanyak 25 Ton

Kontribusi dari Widia Natalia, 03 April 2020 21:25, Dibaca 410 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Sebagai upaya pencegahan penularan virus corona, Pemerintah telah memutuskan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meskipun perekonomian tetap berjalan, tidak dipungkiri ada beberapa dampak yang dirasakan masyarakat, ada beberapa kebutuhan bahan pokok menjadi langka di pasaran, diantaranya gula pasir.

Di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) harga sembako seperti gula pasir turut mengalami kelangkaan sehingga menyebabkan harga gula dipasaran menjadi naik. Di Palangka Raya harga gula pasir berkisar Rp. 20.000,-/Kg.

(Baca Juga : Kepala Dinas Sosial Prov. Kalteng : Pentingnya Sinergitas Dalam Penanganan Bencana)

Menyikapi kenaikan harga sembako khususnya gula pasir, Pemprov. Kalteng tengah mengupayakan tambahan pasokan gula untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

Antisipasi kelangkaan bahan pokok di wilayah Kalteng, Pemprov telah membentuk Tim Pengendalian Bahan Pokok, Bahan Penting dan Bahan Kebutuhan lainnya (Dalpokting) yang bertugas untuk melakukan pengawasan dilapangan terkait ketersediaan dan harga sembako yang ada di masyarakat.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran sudah mengistruksikan kepada Tim Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Kalteng untuk bekerja maksimal melakukan pengawasan dan melalui tim Dalpokting untuk selalu berupaya menjaga ketersediaan pasokan dengan tetap bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Ketua Dalpokting sekaligus menjabat Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Prov. Kalteng Rojikin menyampaikan, upaya Pemprov membuahkan hasil yakni telah dilakukan pengiriman pertama gula pasir sebanyak 25 ton. Rencananya besok gula pasir tersebut sudah masuk ke bulog Kanwil Kalteng, Jumat (04/04/2020).

Terkait ketersediaan stok gula pasir saat ini, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tim Dalpokting meminta pihak bulog untuk melakukan operasi pasar bersama OPD terkait untuk mensosialisasikan secara masif kepada masyarakat mengenai jumlah stok gula pasir yang tersedia dalam rangka stabilisasi harga.

Disamping meminta pihak bulog melakukan operasi pasar, tim Dalpokting juga mengarahkan untuk bekerjasama dengan beberapa pedagang yakni bersama-sama mendistribusikan gula dengan harga bulog sebagai bentuk kebijakan Pemprov. Kalteng untuk menstabilkan atau menurunkan kembali harga terkait dengan kebutuhan gula.

Sesuai dengan instruksi dari Gubernur Kalteng, tim Satgas Pangan Kalteng akan terus melakukan pengawasan untuk menghindari penimbunan dan upaya pedagang yang memanfaatkan kesempatan pada situasi seperti ini. (WDY/Foto:Asef)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook