Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Program 8 Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2019 Dan RTL Tahun 2020 di Provinsi Kalteng

Kontribusi dari Dinkes Prov.Kalteng, 01 November 2019 08:00, Dibaca 1,157 kali.


Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyambut baik kegiatan ini, mengingat saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan utama dalam pengendalian penyakit yakni adanya transisi epidemiologi. Hal ini menyebabkan munculnya beban ganda di Indonesia terkait pengendalian penyakit menular yang belum selesai, sedangkan di sisi lain kasus penyakit tidak menular meningkat.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Sekretaris Daerah Prov.Kalteng Fahrizal Fitri, S.Hut, MP mengatakan, Status gizi dan kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia, status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra hamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis atau yang kita kenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Begitu juga dengan status gizi remaja putri atau pra nikah memiliki kontribusi besar pada kesehatan dan keselamatan kehamilan serta kelahiran apabila remaja putri menjadi ibu. Periode 1000 HPK ini merupakan periode sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi.

(Baca Juga : Kasus Harian Covid-19, 20 Oktober 2021 : Sembuh 10 Orang, Konfirmasi 18 Orang. Mari Terus Disiplin Prokes)


Ini berakibat pada rendahnya produktifitas ekonomi. Jika SDM kita tidak berkualitas, otomatis tidak bisa bersaing dengan bangsa lain, mengingat persaingan global semakin wajib diperhitungkan dengan kualitas kemampuan individu. Pengaruhnya adalah minimnya penghasilan dan perputaran ekonomi di sekitarnya. Harapan kita tentunya hal seperti itu tidak akan terjadi. Masyarakat Kalimantan Tengah harus sehat, cerdas dan kreatif sehingga kita bisa bersama-sama bersatu membangun KALTENG BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis).


Saat ini sebuah tantangan besar masih perlu kita jawab. Upaya pencapaian target MDG’s di tahun 2015 masih belum optimal dan akan dilanjutkan dengan upaya-upaya pencapaian SDG’s. Khusus untuk sektor kesehatan, perbaikan gizi masyarakat menjadi salah satu targetnya sebagai upaya mencapai komitmen global serta peningkatan kualitas SDM ke depan.

Arah pembangunan kesehatan Indonesia dari tahun ke tahun didorong ke arah upaya promotif dan preventif serta peningkatan Universal Coverage menuju masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. Kalau kita cermati bahwa kontribusi intervensi gizi sensitif (di luar kesehatan) terbukti berperan besar terhadap penanggulangan maslah gizi, Saya menghimbau dalam forum rapat ini agar upaya perbaikan gizi di sektor kesehatan selalu didukung oleh sektor non kesehatan.

Menjadi salah satu point penting adalah perbaikan gizi dengan pendekatan keluarga yaitu Usaha Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat yang didasari oleh data dan informasi profil kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah. Ini merupakan proses pembelajaran berkelanjutan. Tapi semua ini akan sia-sia jika tanpa adanya tindakan berkelanjutan berupa pemantauan dan evaluasi, Kamis(31/10).

Dinkes Prov.Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook