Update Perkembangan Covid-19, Total Kasus Positif Di Kalteng Mencapai 82 Orang

Kontribusi dari Widia Natalia, 22 April 2020 16:58, Dibaca 610 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Tingginya penambahan data positif Covid-19 di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam beberapa hari terakhir disebabkan karena adanya keterlambatan dalam hasil pemeriksaan laboratorium dari Jakarta mupun Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Kalteng yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng H. Sugianto Sabran pada saat press release melalui live streaming di media sosial (Medsos) Facebook MMCtv Kalteng, bertempat di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (22/04/2020).

(Baca Juga : Perkembangan Kasus Covid-19 di Kalteng : Sembuh 70 Orang dan Konfirmasi Baru 66 Orang)

Gubernur H. Sugianto Sabran menyampaikan, berdasarkan data yang di himpun oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Provinsi Kalteng, sampai dengan Rabu, (22/04/2020) pukul 15.00 WIB, total kasus positif Covid-19 di Kalteng kembali mengalami penambahan sebanyak 4 orang. Total kasus positif saat ini berjumlah 82 orang. Data dalam 24 jam terakhir menyebutkan hanya berjumlah 78 orang.

Penambahan pasien positif yang baru dalam 24 jam terakhir merupakan distribusi dari Kota Palangka Raya sebanyak 3 orang dan Kabupaten Kapuas sebanyak 1 orang.

Total kasus positif sebanyak 82 orang, masing-masing 69 orang masih dalam perawatan, 9 orang dinyatakan sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

H. Sugianto Sabran menuturkan, tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) Covid-19 di Kalteng 4,9%, masih dibawah Nasional.

Sebanyak 69 pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan, berada di sejumlah RS rujukan, diantaranya di RSUD Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya 42 orang, RS Sultan Imanuddin (RSSI) 13 orang, RSUD Murjani Sampit 12 orang dan Karantina Pemerintah Daerah Kapuas 2 orang.

Sementara, 9 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 yakni 8 orang berdasarkan hasil dari RS rujukan Covid-19 RSDS Palangka Raya dan 1 orang berdasarkan hasil dari RSUD Murjani Sampit.

Sedangkan, 4 orang yang meninggal yakni 1 orang merupakan pasien rujukan dari Kabupaten Kapuas yang di rawat di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, 1 orang lagi, meninggal pada Selasa (14/04/2020) sore yang sedang menjalani perawatan di RSDS Palangka Raya, 1 orang ialah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Kotawaringin Timur yang meninggal dunia pada (10/04/2020) lalu. Pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya pada Sabtu, (19/04/2020) dan 1 orang positif yang meninggal dunia terakhir merupakan pasien yang menjalani perawatan di RSDS Palangka Raya.

Lanjut disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng, untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) turut mengalami penambahan sebanyak 2 orang dibanding data tanggal 21 April 2020. PDP sampai saat ini berjumlah menjadi 60 orang.

Untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak ada perubahan dibanding data pada tanggal 21 April 2020, tetap berjumlah 252 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur sebelumnya telah menyampaikan bahwa pada Selasa, 21 April 2020, dirinya telah melaksanakan Video Conferenve (Vidcon) dengan Walikota dan Bupati Se-Kalimantan Tengah untuk terus mensinkronkan upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kalteng.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng juga menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Kota Se-Kalteng terus menerus berupaya memastikan pencegahan dan penanganan Covid-19 berjalan sebagaimana mestinya.

"Pemerintah juga terus memantapkan skema-skema penanganan dampak ekonomi, jaring pengaman sosial dan memutus mata rantai Covid-19", pungkasnya.

Hal lain yang disampaikan oleh orang nomor satu di Tambun Bungai ialah, pencegahan dan penanganan Covid-19 adalah urusan bersama, tidak hanya menjadi beban Pemerintah tetapi urusan kita bersama.

"Mari bergerak bersama mencegah dan menangani Covid-19 mulai dari diri sendiri, keluarga kita, tetangga kita, lingkungan kita", pungkasnya.

Terakhir disampaikan, Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng memastikan bahwa Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota harus hadir dengan cepat dan tanggap dalam pencegahan dan penanganan serta dampak Covid-19.

Gubernur menghimbau kepada Walikota dan Bupati se-Kalteng untuk menyiapkan anggaran yang maksimal untuk mempercepat penanganan kasus Covid-19 di Kalteng, khususnya dampak kesehatan, sosial dan dampak ekonomi. (WD/Foto:Asef)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook