Basis Inovasi

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 24 Juli 2019 08:29, Dibaca 315 kali.


Pendidikan sebagai kunci bagi kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Dengan pendidikan dapat mewujudkan semua potensi diri, baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat. Berkenaan dengan mewujudkan potensi diri menjadi multi kompetensi harus melalui proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Proses inovasi pendidikan berkaitan dengan pentingnya inovasi pembelajaran. Proses inovasi pendidikan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individu atau organisasi, mulai sadar tahu adanya inovasi sampai mengimplementasikan inovasi pendidikan tersebut. Inovasi pembelajaran lebih diartikan sebagai suatu ide baru berupa upaya baru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode, pendekatan, sarana, dan suasana yang mendukung untuk dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan untuk tercapainya tujuan pembelajaran.

Basis untuk berinovasi lebih pada tingkat dasar dari kegiatan atau perbaikan seseorang. Inovasi mengacu pada pengembangan produk dan respon perilaku terhadap perbedaan-perbedaan (Carter, 1999). Guru yang inovatif diartikan dengan guru yang aktif mencari ide-ide baru dan mengalami proses pelaksanaan yang terus berkesinambungan serta tidak terhenti dalam satu waktu, tetapi terus berlangsung. Dengan kata lain, guru dapat mengalami proses perubahan dengan adanya inovasi. Perubahan tersebut menunjukkan sifat-sifat baru dan asli untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. 

(Baca Juga : Pramuka Wujudkan Kapuas Lewun Itah Badengkoy)

Peran guru dalam inovasi dan pengembangan inovasi pembelajaran sangat diperlukan. Guru dapat dikatakan sebagai pemain yang sangat berperan dalam proses belajar mengajar di kelas. Untuk itu seyogianya dapat mengolah kemampuan yang dimiliki guru untuk membuat inovasi pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain itu, kecakapan dan keberhasilan penggunaan pendekatan yang inovatif perlu disesuaikan dengan biaya, waktu, tenaga dan penggunaannya.

Untuk dapat merencanakan proses pembelajaran secara inovatif yang mampu memberikan pengalaman yang berguna bagi siswa, perlu memperhatikan komponen penting proses pembelajaran. Dari komponen proses pembelajaran itu guru dapat merencanakan kegiatan dan strategi pembelajaran yang relevan dengan tujuan belajar. Strategi pengembangan pembelajaran meliputi: pertama, persiapan mencakup analisis kurikulum, analisis kebutuhan maupun desain pembelajaran. Kedua, metode yang digunakan secara umum adalah klasik, kelompok, individual. Ketiga, evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah strategi yang digunakan cocok atau tidak.

Hasil inovasi guru yang telah dilaksanakan di sekolah dapat dibuktikan keberhasilannya. Inovasi dalam kependidikan dapat diartikan sebagai suatu upaya dalam menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan cara memperkenalkan program kurikulum atau metodologi pengajaran yang baru sebagai jawaban atas perkembangan internal dan eksternal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengeja efisiensi dan efektivitas (Wijaya dkk, 1991). Inovasi pembelajaran menjadi upaya pembaharuan terhadap berbagai komponen yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran, berupa ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovasi dapat dikaitkan dengan diskoveri dan invensi. Diskoveri, artinya penemuan sesuatu yang sebenarnya sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Invensi, berarti penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil karya manusia. Dengan begitu ide dan kreativitas guru untuk menghasilkan inovasi selalu dinantikan. Tuntutan inovasi yang bermanfaat demi keberhasilan pembelajaran. Ini akan terasa ketika yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas era saat ini.(syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook