Sekda Kalteng Hadiri Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara, di Jakarta

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 27 Juni 2019 00:03, Dibaca 402 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Sekda Prov. Kalteng) Fahrizal Fitri, S.Hut., M.P, didampingi Kepala Bappeda Prov. Kalteng Yuren S. Bahat, Sekda Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, dan Rektor UPR Andrie Elia, hadiri dialog Nasional ke-2, Pemindahan Ibu Kota Negara.

Dialog yang digelar oleh Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia (RI) ini membahas tentang dampak ekonomi, pertahanan keamanan, dan lingkungan hidup, terkait Pemindahan Ibu Kota Negara, bertempat di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

(Baca Juga : Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Kebijakan Penyusunan APBD Tahun 2021 Yang Diselenggarakan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri)

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam paparannya menyampaikan kriteria penentuan lokasi Ibu Kota Negara diantaranya meliputi lokasi strategis secara geografis berada di tengah wilayah Indonesia untuk merepresentasikan keadilan dan mendorong percepatan pengembangan wilayah KTI (Indonesia Centris).

"Tersedianya lahan luas milik Pemerintah/BUMN Perkebunan untuk mengurangi biaya investasi. Lahan harus bebas bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan gambut," paparnya.

Lebih lanjut Bambang memaparkan bahwa harus tersedia sumber daya air yang cukup dan bebas pencemaran lingkungan, kemudian dekat dengan kota eksisting yang sudah berkembang untuk efisiensi investasi awal infrastruktur.

"Akses mobilitas/logistik bandara, pelabuhan dan jalan. Ketersediaan pelabuhan laut dalam sangat penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim melalui konektivitas tol laut antar pulau," jelasnya.

Tingkat layanan air minum, sanitasi, listrik, dan jaringan komunikasi yang memadai untuk dikembangkan. Kemudian potensi konflik sosial rendah dan memiliki budaya terbuka terhadap pendatang, serta memiliki dampak negatif minimal terhadap komunitas lokal.

"Serta memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan, terutama to minimize vulnerability of state, safeguard its territorial, help to gain regional and international affair, serta tidak dekat wilayah perbatasan negara," ucapnya. (ARP)

 

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook