Gubernur Paparkan Indikator Keberhasilan Makro Ekonomi Selama 3 Tahun Memimpin

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 10 Juni 2019 15:25, Dibaca 309 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) H. Sugianto Sabran menyampaikan dalam 3 tahun kepemimpinan pasangan Sohib sesuai  RPJMD Prov. Kalteng dapat dilihat indikator keberhasilan makro ekonomi.

"Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,64%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17%", ucap Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng.

(Baca Juga : Sekda Kalteng Lakukan Paparan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi di Jakarta)

Lebih lanjut, angka kemiskinan sebesar 5,10% lebih rendah (lebih baik) dari capaian Nasional yakni 9,66%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2017 sebesar 69,79 dan IPM tahun 2018 sebesar 70,81.


"Gini Ratio 0,342 lebih rendah (lebih baik) dibandingkan dengan capaian Nasional sebesar 0,384. Pada tahun 2019, Pemprov kembali mendapat penilaian dari BPK-RI Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2018", tuturnya saat Apel Besar "Halal Bi Halal" di halaman Kantor Gubernur Kalteng.

Gubernur menyampaikan APBD Kalteng saat ini sebesar 5,45 Triliun, dengan Belanja Langsung (BL) sebesar 2,79 Triliun Rupiah dan Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar 2,66 Triliun Rupiah.

"Dengan APBD yang terbatas, Pemprov. Kalteng tentu tidak maksimal membangun sarana dan prasana untuk mensejahterakan rakyat. Perlu saya sampaikan bahwa, berdasarkan perhitungan Pemprov. Kalteng, seharusnya kebutuhan ideal dana setiap tahun untuk membangun infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat adalah sebesar 4 Triliun Rupiah lebih", ujarnya, Senin (10/6/2019).

Dari kondisi di atas, saat ini Pemprov. Kalteng berusaha mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah yang nantinya secara langsung akan meningkatkan besaran APBD Provinsi, untuk mengakomodir keperluan dana pembangunan.


"Salah satu terobosan Pemprov. Kalteng untuk peningkatan pendapatan daerah adalah sumbangan pihak ketiga, melalui peraturan Gubernur nomor 16 Tahun 2018 tentang petunjuk pelaksanaan penerimaan dan pengelolaan hibah atau sumbangan dari pihak ketiga kepada Pemprov. Kalteng", pungkasnya.

Orang nomer satu di Bumi Tambun Bungai ini mengharapkan kepada Kepala OPD beserta staffnya agar 2 tahun kedepan bekerja bersama-sama lebih keras lagi untuk mewujudkan visi dan misi menuju Kalteng Berkah. (ARP/Foto:ASEP)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook