Istana Kuning, pernah terbakar namun tetap jadi kebanggaan

Kontribusi dari Elga Arya Putra, 01 Februari 2018 15:48, Dibaca 1,952 kali.


MMCKalteng-Berkunjung ke Pangkalan Bun masih kurang rasanya apabila tidak menyambangi Istana Kuning. Salah satu icon kota manis ini merupakan saksi sejarah awal mula terbentuknya Kotawaringin Barat.

Istana yang berdiri megah dengan pilar-pilar kayu sebagai penopangnya ini sempat mengalami musibah kebakaran pada Tahun 1986 yang disebabkan oleh seorang wanita gila bernama Draya. Peristiwa tersebut melahap habis seluruh bagian istana dan segala isinya. Meski begitu, upaya pemugaran dan pelestarian Istana Kuning tetap dilakukan. Pemugaran baru dilakukan pada tahun 2000 namun tentu bangunannya sudah tidak sama seperti dulu. Istana tua ini mulai difungsikan untuk kegiatan pariwisata dan perkantoran dengan tujuan mengakrabkan istana dengan masyarakat setempat.

(Baca Juga : Pemprov Kalteng Ikuti Pelatihan Partisipasi Anak Dalam Perencanaan Pembangunan Tahun 2019 di Bali)

Di dalam istana ini hampir tak ada isinya. Ukuran bangunan-bangunannya yang besar dan luas semakin menambah kesan kosong istana tersebut. Akan tetapi, masih dapat dilihat sejumlah lukisan raja-raja terdahulu yang berderet rapi di salah satu pojok ruangan. Terdapat pula kereta kuda yang biasa digunakan keluarga kerajaan zaman dulu untuk berkeliling. Kereta kuda ini adalah kereta kuda yang baru yang khusus dipesan dari Jawa sebagai pengganti kereta yang sudah terbakar.

Istana Kuning merupakan Istana Kedua yang dibangun setelah Istana Alnusari di Kotawaringin Lama, yang merupakan pusat ibukota sebelum dipindahkan oleh Sultan ke-9 Pangeran Ratu Muhammad Imanuddin yang menjabat 1805-1841. Istana ini merupakan kebanggaan sejarah dan budaya kerajaan Islam di Kalimantan Tengah. (EAP/Foto: Net)

Elga Arya Putra

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook