Kemajuan Sektor Perkebunan Selama Tiga Tahun Pemerintahan Sugianto-Habib

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 23 Mei 2019 10:42, Dibaca 659 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Selama tiga tahun Pemerintahan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya, perkebunan di Kalteng mengalami banyak kemajuan.

Jumlah pabrik pengolah hasil perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan, dari 99 unit pada tahun 2016 menjadi 106 unit di tahun 2018.

(Baca Juga : Gubernur dan Wagub Hadiri Buka Puasa Bersama di Kejaksaan Tinggi Kalteng)

"Meningkatnya jumlah pabrik pengolah sawit itu bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi ini, tapi juga memudahkan masyarakat pekebun sawit menjual hasilnya", ucap Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rawing Rambang saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD), di Aula Bappedalitbang Lantai II, Senin (20/5).

Sejak tahun 2017, melalui rekomendasi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) maka Provinsi Kalimantan Tengah dijadikan Pilot Project Kebijakan Satu Peta (KSP) di bidang perkebunan.

Kalimantan Tengah diakui telah memiliki data yang cukup untuk membuat peta kesesuaian lahan komoditi Kelapa Sawit, Karet, Kopi dan Kakao, begitu juga peta terkait perizinan lahan, batas wilayah antar perusahaan, dan lain-lain.

Gubernur Kalteng telah mempersiapkan dan merencanakan di tahun 2020 dan tahun 2021 penyaluran bantuan alat pasca panen komoditas kelapa sawit. Bantuan alat itu mulai dari produksi VCO, CCO, hingga gula kelapa.

Selama Pemerintahan Sugianto-Habib, kebun karet milik masyarakat juga turut diperhatikan. Hal itu bisa dilihat dari penyaluran bantuan bibit unggul yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga tahun 2018.

"Tahun 2016 Bapak Sugianto melalui APBD menyediakan dan menyalurkan bibit karet unggul sebanyak 585.000 batang. Tahun 2017 sebanyak 292.500 batang dari APBD dan 1.023.000 batang dari APBN. Tahun 2018 sebanyak 40.000 batang", ujar Rawing.

Untuk pengembangan tanaman kopi dan kakao telah dimulai sejak tahun 2017, berlanjut di tahun 2018 dan tahun 2019. Tanaman kakao yang telah ditanami hingga tahun 2018 telah mencapai 283 hektar, dan tahun 2019 ditargetkan bertambah seluas 507 hektar.

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook