Presiden RI – Untung Besar Saat Petani Jual Hasil Panen Sudah Dalam Bentuk Beras

Kontribusi dari Misyuwe, 22 Januari 2018 13:50, Dibaca 500 kali.


MMCKalteng-  Beras merupakan bahan mentah yang diolah untuk menjadi nasi dan menjadi makanan pokok utama yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Keuntungan terbesar dari menanam padi sawah terjadi saat pasca panen bukan pada saat panen. Pernyataan ini disampaikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ketika berbicara pada Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Terintegrasi di Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji, Minggu 21 Januari 2018.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng : Generasi Muda Kita Harus Berkarakter dan Berbudaya)

Selama ini petani selalu mengurus sawah dengan mengairinya, memupuk dan panen, selanjutnya menjual dalam bentuk gabah.

“Padahal keuntungan besar itu pada saat jadi beras. Jadi saya sampaikan agar jualnya dalam bentuk beras. Syukur sudah dikemas. Ini di penggilingan padi modern ini bisa dilakukan,” ucap Presiden.

Di lokasi tersebut terdapat pabrik penggilingan padi. Presiden ingin melihat produktivitas dari penggilingan padi tersebut.

 “Saya mau lihat dulu apa kapasitas di sini cukup atau enggak. Kalau enggak bisa ditambah. Bermanfaat atau tidak bermanfaat. Kalau tidak sudah tinggalkan. Kalau bermanfaat akan dibesarkan lagi sehingga kapasitasnya memenuhi yang ada di masyarakat,” ucap Presiden.

Presiden juga mengatakan ada yang harus dilakukan agar produk pertanian tidak ketinggalan zaman yaitu, dengan adanya pengerjaan setelah panen, pengeringan, digilang, dikemas baik apalagi diberi nama baik juga dikemas dalam kelompok besar petani, diberi merek. Sehingga akan memberi nilai tambah dengan menaikkan harga.

Selain itu para petani harus mulai memikirkan untuk menjual hasil sawahnya tidak hanya di sekitar Mesuji.  

“Kalau dikemas yang baik orientasinya bisa dijual ke provinsi lain, bisa ke Lampung, bisa ke luar pulau atau kalau berasnya organik sekarang ini permintaan ekspor juga banyak sekali,” ujar Presiden.

Penjualan beras ini dapat dilakukan secara online melalui e-commerce dan media sosial.  Presiden mengatakan agar memulai harus seperti itu. Sehingga pembelinya tidak sekitar wilayah situ saja, jika mulai dilakukan  dengan online maka, semua orang seluruh Indonesia, dunia, bisa membeli.

Presiden  dalam paparannya mengingatkan bahwa  penting agar petani melakukan konsolidasi dalam kelompok besar sehingga memiliki skala produksi yang besar. “Jangan bergerak sendiri akan sulit. Kalau bisa berproduksi dalam skala besar nanti petani bisa bersaing,” jelas Presiden RI.

 

(Yuwe/Foto: Net)

Misyuwe

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook