Wadi, Makanan Fermentasi Khas Barito Selatan

Kontribusi dari Misyuwe, 20 Januari 2018 11:22, Dibaca 3,036 kali.


MMCKalteng- Makanan bisa menjadi ciri khas dari suatu daerah atau tempat. Kabupaten barito selatan merupakan salah satu kabupaten di kalimantan tengah yang memiliki ragam jenis makanan olahan dari ikan, salah satunya adalah olahan wadi.

Ikan yang digunakan untuk olahan wadi biasanya menggunakan ikan yang memiliki banyak daging dan lemak seperti ikan patin, jelawat, dan lainnya. Wadi merupakan hasil fermentasi yang di olah menggunakan garam dan racikan dari beras yang dalam bahasa lokalnya di sebut samu. Samu terbuat dari beras ketan yang di sangrai sampai kecoklatan dan di tumbuk kasar.

(Baca Juga : Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalteng Ivo Sugianto Sabran Ikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke - 59 Tahun 2020 )


Selain ikan, daging babi hutan atau celeng pun bisa di olah menjadi wadi. Ikan atau daging celeng setelah dibersihkan kemudian di tiriskan sampai kering. Proses selanjutnya ikan atau daging celeng di aduk dengan garam dan di diamkan selama kurang lebih 1x24 jam. Keesokan harinya ikan dan daging di cuci sampai bersih kemudian di campur dengan bahan sumu. Setelah teraduk dengan rata ikan atau daging celeng di masukkan ke dalam wadah tertutup seperti toples kaca atau guci dari tanah liat.

Agar wadi ini tidak mengalami pembusukan selama proses permentasi, toples atau guci ini harus tertutup rapat. Namun sebelum wadah di tutup rapat berdasarkan kebiasaan turun temurun masyarakat dayak sebaiknya lapisan atas wadi diberikan beberapa lembar daun nangka, hal ini bertujuan agar wadi tidak busuk atau berulat. Proses permentasi ini memakan waktu sekitar kurang lebih 3-5 hari namun untuk daging celeng memakan waktu 1 minggu atau lebih.


Tidak banyak orang bisa mengolah wadi sampai berhasil, walaupun terlihat mudah namun pembuatannya memerlukan keahlian tersendiri. Apabila komposisinya kurang pas tidak heran apabila wadi yang di olah akan berbau busuk dan berulat, ini menandakan olahan wadi tersebut gagal. Sedangkan apabila wadi mengeluarkan aroma harum yang khas itu menandakan wadi yang diolah berhasil.
Wadi dapat di nikmati dengan cara di goreng atau di masak dengan bumbu kuning. Olahan wadi nikmat di santap dengan nasi panas. Selamat mencoba.

(Yudis/ Foto: Net)

Misyuwe

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook