Tingkatkan Program Pembinaan Kemandirian, 20 Orang WBP Lapas Sampit diberikan Pelatihan Pembuatan Batako

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 12 April 2019 17:08, Dibaca 851 kali.


MMCKalteng - Sampit (10/04) Tugas dan fungsi Lembaga Pemasyarakatan salah satunya yaitu memberikan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana. Guna mencapai tujuan Pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima oleh lingkungan masyarakat, maka setiap warga binaan harus menjalani pembinaan selama menjalankan masa pidananya.

Pembinaan dimaksud adalah untuk meningkatkan kualitas ketakwaan, intelektual, sikap dan prilaku, profesional dan kesehatan. Pembinaan bagi warga binaan berupa Pembinaan Keperibadian serta Pembinaan Kemandirian.

(Baca Juga : Sukseskan Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Bulan September, Kanwil Kalteng Gelar Rapat Persiapan)


Sehubungan dengan pembinaan Kemandirian tersebut, Lapas Kelas II B Sampit membuat “Program Pelatihan Pembuatan Batako” bagi 20 orang WBP yang dilaksanakan selama 30 hari kerja yakni sejak 13 Maret hingga 18 April 2019 mendatang ungkap Kepala Lapas Sampit (Agus Dwirijanto) didampingi Kasubsi Kegiatan Kerja (Setyo Sukismo).

Dikatakannya, bahwa program pelatihan pembuatan batako ini pihaknya bekerjasama dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan trasmigrasi Kabupaten Kotawaringin Timur yang memiliki istruktur terlatih dari LKK (Loka Latihan Kerja) yang mengajarkan ilmu kepada WBP kita tentang teknik bagaimana cara yang benar dalam membuat batako.


Lebih lanjut dijelaskan Agus bahwa seluruh peserta kegiatan pelatihan wajib mengisi absensi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diberikan para instruktur. Sekarang ini mereka sudah melaksanakan praktik pembuatan batako secara langsung dan hasilnya dapat kita lihat sendiri. Bahwa dari pelatihan ini mereka setiap harinya bisa mencetak/membuat sekitar 300-400 batako. Dan diakhir program pelatihan ini bagi setiap peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan piagam/sertifikat pernah mengikuti pelatihan pembuatan batako.

Agus berharap dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan bagi WBP, sehingga setelah selesai menjalani masa pidananya (bebas) diharapkan bisa menjadi bekal hidup ditengah-tengah masyarakat, bersaing dalam bursa tenaga kerja dan/atau dapat membuka lapangan kerja sehingga dapat menekan kemungkinan mereka untuk mengulangi tindak pidana serta dapat menunjang terwujudnya keamanan dan ketertiban dan turut serta dalam pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur khususnya pengembangan usaha mikro kecil dan menengah. Selain itu pula yang harapan kita kedepan  dapat membuka peluang usaha yang berbasis industri di Lapas Klas IIB Sampit dalam rangka menuju Lapas Industri. Create : Subbid Pembinaan, TI dan Kerjasama.

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook