BNPB dan Kementerian Kehutanan Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, 148,7 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Kontribusi dari BPBD PROV KALTENG, 21 September 2026 09:49, Dibaca 123 kali.


MMC KALTENG, PALANGKA RAYA – Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga 20 September 2026, sekitar 148,7 hektare lahan berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara. Senin (21/9/2026).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto datang ke Kalimantan Tengah untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan kabut asap selama dua hari, Senin–Selasa, 21–22 September 2026.

(Baca Juga : Hadiri Halalbihalal dan Silaturahmi Bersama Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Plh. Asisten Pemkesra Maskur : Komitmen Gubernur Terhadap Kebersamaan Sangat Kuat)

“Kami berdua juga yang tadinya hanya berkunjung kembali, memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah,” kata Suharyanto di Palangka Raya. 

Dalam rapat koordinasi penanganan darurat karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 pada 21 September 2026, dilaporkan penanganan kebakaran hingga 20 September 2026 telah berhasil memadamkan sekitar 148,7 hektare lahan.

Rinciannya, pemadaman oleh Satgas Darat mencapai sekitar 139,7 hektare. Sementara itu, Satgas Udara melalui operasi water bombing berhasil memadamkan sekitar 9 hektare lahan.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 34,3 hektare lahan terbakar yang akan ditangani melalui operasi pemadaman lanjutan.

Pada 18 dan 19 September 2026, proses pemadaman hanya dapat dilakukan melalui operasi darat. Meskipun terjadi lonjakan luas kebakaran pada 19 September, kondisi tersebut diimbangi dengan peningkatan efektivitas pemadaman secara signifikan.


Selanjutnya, pada 20 September 2026, operasi udara turut dilaksanakan dan berhasil memadamkan sekitar 9 hektare lahan melalui water bombing.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, luas lahan yang sebelumnya terbakar mencapai sekitar 180 hektare. Satgas darat berhasil memadamkan sekitar 150 hektare dalam waktu sehari, sehingga tersisa sekitar 30 hektare yang masih dalam proses penanganan.

Namun, upaya pemadaman belum sepenuhnya tuntas. Kebakaran baru masih bermunculan setiap hari, sementara lahan gambut yang telah dipadamkan berpotensi kembali terbakar.

“Karena setiap hari masih ada kebakaran-kebakaran baru dan lahan gambut yang sudah kita padamkan bisa menyala kembali,” ujarnya.

Selain penanganan api, pemerintah juga menghadapi persoalan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan paparan dalam rapat koordinasi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan karena tidak terdapat pertumbuhan awan hujan yang mendukung pelaksanaan operasi. Kondisi tersebut terjadi setelah wilayah Kalteng tidak mengalami hujan selama sekitar satu minggu terakhir.

Jarak pandang di Kota Palangka Raya juga dilaporkan berada di bawah 5 kilometer. Sementara itu, kualitas udara berdasarkan indikator ISPU PM2,5 berada pada kategori sangat tidak sehat.


Kondisi jarak pandang turut berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Pada 20 September 2026, tidak terdapat penerbangan masuk maupun keluar Kalimantan Tengah.

Suharyanto mengatakan, belum terdapat teknologi yang dapat secara langsung menghilangkan kabut asap. Kondisi tersebut sangat bergantung pada faktor alam, terutama angin dan hujan.

Pemerintah pun mengintensifkan pelaksanaan OMC untuk memaksimalkan potensi turunnya hujan di wilayah terdampak karhutla. Namun, pelaksanaan operasi sempat terkendala jarak pandang rendah di Bandara Cilik Riwut.

Untuk mengatasi kendala tersebut, operasi OMC direncanakan dilakukan dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun. Pelaksanaannya akan menyesuaikan potensi awan hujan berdasarkan prediksi BMKG.

“Kami memilih berkantor di Kalteng supaya sampai dengan nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca yang sekarang dipenuhi oleh kabut asap,” kata Suharyanto.

Berdasarkan pemetaan penanganan karhutla per 20 September 2026, terdapat 13 wilayah kabupaten dan kota yang menjadi prioritas.

Penanganan diprioritaskan pada wilayah yang masih memiliki titik kebakaran dan membutuhkan penguatan operasi pemadaman darat maupun udara.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menegaskan bahwa penanganan karhutla terus diperkuat melalui sinergi seluruh unsur terkait.

Menurut Ahmad Toyib, capaian pemadaman hingga 20 September 2026 menunjukkan bahwa operasi darat dan udara terus berjalan dalam menangani kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.

“Penanganan karhutla terus kami perkuat melalui operasi darat dan dukungan operasi udara. Seluruh unsur terkait terus bergerak untuk mempercepat pemadaman, khususnya pada wilayah yang masih terdapat lahan terbakar,” ujar Ahmad Toyib.

Ia menjelaskan, operasi darat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang masih dapat diakses oleh personel dan peralatan pemadaman.

Sementara itu, operasi udara melalui water bombing menjadi dukungan dalam mempercepat pemadaman pada lokasi tertentu yang membutuhkan penanganan dari udara.

Ahmad Toyib juga menekankan pentingnya koordinasi dalam menghadapi kondisi cuaca yang masih kering dan belum mendukung pelaksanaan OMC.

“Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur harus terus ditingkatkan, baik dalam pemadaman maupun pemantauan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran baru,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pemantauan terhadap lahan gambut yang telah dipadamkan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Lahan yang sudah dipadamkan tetap harus dipantau karena masih berpotensi menyala kembali. Kami terus mendorong penanganan yang terkoordinasi agar kebakaran dapat dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Foto: PPID BPB-PK Prov Kalteng) /Edt: Ek

BPBD PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter