RSUD Hanau Perkuat Kompetensi Nakes Hadapi Kegawatdaruratan Melalui Pelatihan BTCLS 2026

Kontribusi dari RSUD Hanau, 22 September 2026 11:23, Dibaca 109 kali.


MMCKalteng - Pembuang Hulu - RSUD Hanau memperkuat kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan melalui Pelatihan BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) 2026 yang digelar di Aula Barigas RSUD Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan materi penanganan trauma, henti jantung, dan berbagai kondisi gawat darurat untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan terukur, pada 19–22 September 2026.

Keselamatan pasien menjadi salah satu aspek utama dalam pelayanan kesehatan, terutama ketika tenaga medis dihadapkan pada kondisi yang membutuhkan tindakan segera. Dalam situasi tersebut, keterampilan dan ketepatan mengambil keputusan menjadi faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan penanganan pasien.

(Baca Juga : Bupati Seruyan Hadiri Penandatanganan Komitmen Bersama Penerapan Manajemen Talenta ASN se-Kalimantan Tengah)


Melalui pelatihan BTCLS, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan pengetahuan secara teori, tetapi juga dilatih untuk memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Materi pelatihan diarahkan pada kemampuan mengenali kondisi kritis, melakukan tindakan awal, hingga memberikan bantuan hidup dasar dan penanganan trauma secara sistematis.


Direktur RSUD Hanau, Atet Kurniadi, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari upaya rumah sakit dalam menjaga mutu dan keselamatan pasien. “Dalam kondisi kegawatdaruratan, kita tidak bisa menunggu. Tenaga kesehatan harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk mengambil tindakan secara cepat dan tepat. Pelatihan seperti BTCLS ini menjadi bagian dari komitmen RSUD Hanau untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien,” ujar Atet.

Menurutnya, kompetensi tenaga kesehatan perlu terus diperbarui melalui pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan. Hal tersebut penting karena kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons yang terkoordinasi dari seluruh tim pelayanan.

Sementara itu, Kusnadi Jaya, selaku Master of Trainer dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa BTCLS dirancang untuk membangun kemampuan peserta dalam menghadapi kondisi yang mengancam jiwa secara terstruktur. “Peserta tidak hanya belajar mengenai teori, tetapi juga bagaimana melakukan tindakan ketika menghadapi pasien dalam kondisi kritis. Yang paling penting adalah mampu mengenali masalah dengan cepat, menentukan prioritas, kemudian melakukan tindakan sesuai standar dan kewenangan,” kata Kusnadi.

Ia menambahkan, simulasi dan praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan karena memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghadapi situasi yang menyerupai kondisi kegawatdaruratan sebenarnya.

Pelatihan BTCLS 2026 di RSUD Hanau diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan respons kegawatdaruratan, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan yang semakin profesional, aman, cepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Edt: EK)

RSUD Hanau

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter