BPB-PK Kalteng Perkuat Pasukan Darat dan Armada Udara Atasi Karhutla

Kontribusi dari BPBD PROV KALTENG, 06 September 2026 17:03, Dibaca 148 kali.


MMC KALTENG, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperketat kesiapsiagaan di jalur darat maupun udara seiring melonjaknya jumlah titik panas (hotspot) serta memburuknya kualitas udara. Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan laporan harian BPB-PK Kalteng per Sabtu (5/9/2026) pukul 18.00 WIB, terdeteksi sebanyak 4.611 titik hotspot dengan 45 kejadian karhutla yang membakar lahan seluas 93,68 hektar dalam sehari.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Gelar Rapat Koordinasi Dengan Forkopimda)

Dengan lonjakan tersebut, akumulasi karhutla di Kalimantan Tengah sejak 1 Januari hingga 5 September 2026 mencapai 96.658 titik hotspot dan 2.586 kejadian karhutla. Total luas area yang terbakar dilaporkan mencapai 7.852,37 hektar berdasarkan perhitungan data lapangan, atau sekitar 7.634 hektar berdasarkan pantauan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS.

Maraknya karhutla turut berdampak pada kualitas udara di sejumlah daerah. Pembaruan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kalteng pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB dengan parameter kritis PM2,5 menunjukkan enam wilayah masuk kategori Berbahaya, yakni Murung Raya (504), Barito Selatan (501), Kotawaringin Timur (494), Katingan (436), Gunung Mas (420), dan Kapuas (361). Sementara itu, Kota Palangka Raya berada pada kategori Tidak Sehat dengan nilai ISPU 198.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menyampaikan bahwa tim satgas darat dan udara terus bersiaga penuh serta bergerak cepat memadamkan titik api di lapangan guna menekan sebaran kabut asap.


"Kami mengerahkan 10.700 personel gabungan untuk mengendalikan karhutla dan memadamkan titik api di lapangan," ujar Ahmad Toyib dalam keterangannya.

Guna mendukung penanganan darat, operasional pemadaman dan patroli udara diperkuat dengan menyiagakan 6 unit helikopter serta 1 unit pesawat OMC/Patroli.

Untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat, pemerintah daerah menyediakan sebanyak 11 lokasi rumah oksigen di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

Fasilitas ini berada di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit pratama, dengan sebagian besar layanan tersedia selama 24 jam.

Adapun lokasi rumah oksigen tersebut meliputi RSJ Kalawa Atei dan RSUD Hanau, yang memberikan layanan selama 24 jam.


Di Kabupaten Kotawaringin Barat, fasilitas rumah oksigen tersedia di RSUD Sultan Imanuddin dan Rumah Sakit Pratama Kutaringin, yang juga beroperasi selama 24 jam. Sementara itu, di Kabupaten Kotawaringin Timur, layanan rumah oksigen tersedia di RSUD Parenggean dengan waktu pelayanan selama 24 jam.

Selain itu, fasilitas rumah oksigen tersedia di RS Pratama Katingan Kuala Kabupaten Katingan, RSUD Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Kapuas, RSUD Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, serta RSUD Gusti Abdul Gani Kabupaten Lamandau.

Seluruh fasilitas tersebut menyediakan layanan selama 24 jam. Sementara itu, di Kabupaten Pulang Pisau, layanan rumah oksigen tersedia di RSUD Pulang Pisau dengan waktu pelayanan selama 8 jam.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar rumah tanpa masker, serta memanfaatkan fasilitas Rumah Oksigen yang telah disediakan jika mengalami keluhan pernapasan. Sinergi seluruh elemen sangat krusial demi mewujudkan target Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2026," tegas Toyib.

(Foto: PPID BPB-PK Prov. Kalteng/O) /Edt : Ek

BPBD PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter