Komdigi Beri Penghargaan kepada 16 Pemenang Lomba Artikel dan Video Kreatif Kesehatan 2026

Kontribusi dari Agung Gumilar, 05 September 2026 10:56, Dibaca 97 kali.


MMCKalteng - Jakarta, 2 September 2026 - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan penghargaan kepada 16 pemenang Lomba Artikel dan Video Kreatif Kesehatan 2026 dalam acara penganugerahan yang digelar di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Mengangkat tema "Masyarakat Sehat, Indonesia Kuat", lomba ini menjadi wadah bagi masyarakat dan komunitas untuk ikut menyampaikan pesan kesehatan melalui artikel dan video kreatif yang informatif, menarik, dan mudah dipahami.

(Baca Juga : Dirjen KPM: KIM Jadi Benteng Pertama Penangkal Hoaks)

Antusiasme masyarakat tampak dari 2.037 karya yang diterima panitia, terdiri atas 1.196 artikel dan 841 video kreatif. Karya tersebut berasal dari peserta kategori perorangan maupun komunitas di berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi, kurasi, dan penilaian, ditetapkan 12 pemenang utama dan empat penerima penghargaan favorit dengan total hadiah sebesar Rp50 juta.

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komdigi, Marroli Jeni Indarto, mengatakan besarnya partisipasi peserta menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap isu kesehatan sekaligus besarnya potensi masyarakat dalam menyebarluaskan informasi kesehatan.

Menurutnya, program kesehatan yang baik perlu didukung komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas. Informasi tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus bisa dipahami dan mendorong masyarakat untuk bertindak.

"Sebuah karya tidak hanya menang lewat piala. Ia menang ketika dibaca atau ditonton seseorang, lalu membuat orang itu lebih peduli pada kesehatannya sendiri," ujar Marroli.

Angkat Isu yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Lomba tahun ini mengangkat empat subtema, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG), Bersama Akhiri Tuberkulosis, Revitalisasi Rumah Sakit, dan Cegah Stunting. Keempat tema tersebut dipilih karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan keseharian masyarakat.

Melalui lomba ini, peserta didorong menyampaikan isu kesehatan dengan cara yang lebih dekat, tidak kaku, dan mudah diterima publik. Pesan kesehatan yang biasanya dianggap kompleks diharapkan dapat diterjemahkan melalui cerita, pengalaman, dan visual sederhana sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan program komunikasi kesehatan yang selama ini dijalankan Komdigi melalui Generasi Bersih dan Sehat (Genbest). Sejak 2017, Genbest menyasar generasi muda melalui edukasi seputar gizi, pola hidup bersih dan sehat, serta pencegahan stunting.

Marroli menilai komunikasi kesehatan perlu dilakukan secara terus-menerus karena dampaknya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Pengetahuan yang diterima generasi muda saat ini dapat terus dibawa hingga mereka berkeluarga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Karya yang Bermanfaat, Bukan Sekadar Menarik

Di tengah ribuan karya yang masuk, para juri tidak hanya melihat kemampuan teknis peserta. Substansi, manfaat, ketepatan informasi, kreativitas, hingga cara menyampaikan pesan menjadi pertimbangan penting.

Dokter dan influencer kesehatan sekaligus juri kategori artikel, dr. Ugiadam Farhan Firmansyah, menilai kebermanfaatan menjadi salah satu unsur utama yang membuat sebuah karya menonjol.

"Apa yang paling bermanfaat atau paling menonjol dalam suatu karya adalah kebermanfaatan. Bagaimana ketika seorang masyarakat awam membaca artikel tersebut, dia mendapatkan suatu manfaat atau daya guna dari apa yang dia baca," ujar Ugiadam.

Pandangan itu juga menjadi salah satu bahan diskusi para juri selama proses penilaian. AN Uyung Pramudiarja, Redaktur Pelaksana detikHealth sekaligus juri kategori artikel, mengatakan masing-masing juri memiliki sudut pandang yang berbeda.

Menurut Uyung, terdapat karya yang unggul dari sisi teknis tetapi masih memiliki persoalan substansi, begitu pula sebaliknya. Karena itu, para juri berupaya menemukan karya yang mampu mengakomodasi berbagai aspek penilaian secara seimbang.

"Dari ketiga point of view itu, kita berusaha untuk mencari titik temunya seperti apa. Ada yang secara teknisnya dia bagus, tapi ternyata secara substansi ada masalah, begitu pun juga sebaliknya. Jadi kita cari titik temunya mana yang paling bisa mengakomodir ketiganya," katanya.

Proses diskusi tersebut justru dinilai penting untuk mendapatkan karya terbaik.

Juri kategori artikel lainnya, Ketua Tim Kerja Hubungan Media dan Kelembagaan, Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Winne Widiantini, SKM, MKM, mengatakan bahwa perbedaan pendapat antardewan juri tersebut justru membuat proses penilaian semakin kaya.

"Ketika kita saling memberikan argumen pada sebuah karya dan berdiskusi dengan juri yang lain, itu rasanya sebuah proses yang sangat bisa dinikmati oleh juri, sehingga akhirnya bisa mendapatkan karya yang benar-benar berkualitas," ujar Winne.

Video Kreatif Harus Tetap Akurat

Tantangan berbeda muncul dalam kategori video kreatif. Peserta harus mampu menyampaikan informasi kesehatan dalam durasi singkat dan kemasan yang menarik, tanpa mengurangi ketepatan pesan yang disampaikan.

Satryo Utomo, A.Md. Perfilman, dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan sekaligus juri video kreatif, menegaskan bahwa akurasi informasi kesehatan menjadi dasar utama dalam penilaian.

"Nilai yang paling harus menonjol, harus presisi itu dari sisi kesehatannya. Jadi dari pesan kesehatannya harus benar dulu, paling tidak, baru nanti apakah semua ini bisa dibalut dengan ceritanya. Dan yang pasti juga karena ini lomba video kreatif, jadi dari sisi kreativitas dan juga dari kemasannya," kata Satryo.

Selain akurasi, kekuatan pesan dan alur cerita juga menjadi perhatian dalam menentukan karya terbaik. Praktisi komunikasi dan media sekaligus juri video kreatif, Mauluddin Anwar, mengatakan karya dengan pesan yang kuat didukung storytelling yang baik memiliki nilai lebih dalam penilaian.(Kkg/ Sumber Foto : Kemkomdigi)

Agung Gumilar

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter