Sekilas Info
Kontribusi dari Widia Natalia, 31 Agustus 2026 12:21, Dibaca 213 kali.
MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Apel berlangsung di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Senin (31/8/2026).
Apel tersebut menjadi penegasan komitmen bersama Pemerintah Provinsi Kalteng, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan karhutla.
(Baca Juga : Pimpin Rapat Evaluasi TPID, Sahli Gubernur Yuas Elko Harapkan Produksi Pangan di Kalteng Bisa Meningkat)
Dalam amanatnya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa apel bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi karhutla dan melindungi masyarakat.
“Hari ini kita bukan sekadar apel, tetapi menunjukkan komitmen bersama bahwa jajaran TNI, Polri, dan ASN Provinsi Kalimantan Tengah tidak tinggal diam saat masyarakat membutuhkan, khususnya dalam menghadapi karhutla,” tutur Gubernur.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, seluruh elemen harus mengedepankan semangat gotong royong dan memperkuat koordinasi di lapangan.
“Kondisi saat ini bukan waktunya mencari siapa yang salah. Api tidak akan padam dengan saling menyalahkan dan asap tidak akan hilang dengan perdebatan. Yang kita perlukan adalah semangat kerja sama, gotong royong, dan kolaborasi. Semua elemen harus bergerak bersama,” tegasnya.
Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan. Ia meminta setiap personel menjalankan tugas sesuai prosedur dan tidak mengambil tindakan yang berisiko.
“Utamakan keselamatan. Ikuti SOP yang diberikan, gunakan APD yang memadai, jangan bertindak sendiri dan jangan memaksakan diri. Setiap langkah harus terukur, ikuti panduan koordinator atau komando di lapangan, dan saling jaga,” pesan Agustiar.
Kepada seluruh kepala perangkat daerah, Gubernur meminta agar memastikan personel ASN yang dikerahkan benar-benar siap melaksanakan tugas. Kesiapan tersebut mencakup pemahaman tugas, ketersediaan perlengkapan dan logistik, serta koordinasi yang jelas selama berada di lapangan.
“Pastikan personel kita siap, memahami tugas, memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai, serta berada dalam koordinasi yang jelas. Pastikan mereka semua terlindungi,” katanya.
Gubernur menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak semata-mata diukur dari kemampuan memadamkan api. Perlindungan terhadap masyarakat, kelestarian lingkungan, serta keselamatan personel juga menjadi bagian penting dari keberhasilan penanganan karhutla.
“Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya ketika api bisa dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan seluruh personel dapat kembali dengan selamat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, Pemerintah Provinsi Kalteng akan mendirikan Posko Induk Karhutla di Istana Isen Mulang. Posko tersebut akan menjadi pusat komando dan koordinasi utama dalam penanganan karhutla dengan mengintegrasikan berbagai unsur terkait.
Selain posko induk, Pemprov Kalteng juga menyiapkan Media Center di Halaman Istana Isen Mulang sebagai pusat informasi penanganan karhutla. Pemerintah juga menyediakan dapur umum, pelayanan oksigen dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sepanjang lorong bawah Bundaran Besar, serta Tenda Informasi Karhutla Isen Mulang.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, BNPB, dan pihak terkait berkomitmen mendorong penanganan karhutla agar lebih cepat, terpadu, dan efektif, sehingga keselamatan masyarakat dapat terlindungi,” kata Agustiar.
Ia menegaskan target penanganan karhutla di Kalteng adalah memastikan kebakaran dapat dikendalikan, masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, serta mencegah dampak asap yang mengganggu kehidupan masyarakat.
“Target kita jelas: karhutla terkendali, masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan Kalimantan Tengah bebas dari kabut asap,” pungkasnya.
Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, pejabat utama Kodam dan Polda, serta personel Kodam, Polda, dan ASN Provinsi Kalimantan Tengah.(WDY/Foto:AS)