Sekilas Info
Kontribusi dari TIM NEWS, 11 Agustus 2026 13:40, Dibaca 314 kali.
MMCKalteng - Barito Selatan – Dusun Danau Jutuh yang terletak di Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil Nanas Parigi dengan kualitas yang sangat baik. Nanas yang tumbuh di wilayah ini memiliki cita rasa manis, segar, serta aroma khas yang menjadi daya tarik tersendiri. Melimpahnya hasil panen menjadikan nanas sebagai salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Keunggulan Nanas Parigi tidak hanya terletak pada kualitas buahnya, tetapi juga pada proses budidayanya yang masih mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Masyarakat Dusun Danau Jutuh tidak menggunakan pupuk berbahan kimia dalam merawat tanaman nanas. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan daun dan bagian tanaman yang gugur di sekitar lahan sebagai pupuk alami. Material organik tersebut terurai secara alami dan menjadi sumber unsur hara bagi tanaman sehingga kesuburan tanah tetap terjaga sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
(Baca Juga : Eksplorasi Alam dan Satwa di Arboretum Nyaru Menteng)
Meskipun produksi nanas cukup melimpah, pemanfaatannya selama ini masih berfokus pada konsumsi buah segar. Padahal, hampir seluruh bagian tanaman nanas memiliki nilai guna yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Melihat potensi tersebut, pada bulan Juli 2026 mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Kesan Barisan menghadirkan berbagai inovasi untuk mendorong pemanfaatan seluruh bagian Nanas Parigi sehingga tidak ada bagian tanaman yang terbuang sia-sia.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pembuatan lilin aromaterapi dan minyak nanas yang memanfaatkan aroma khas buah nanas sebagai nilai tambah produk. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan hanya menjual buah segar.
Selain itu, kulit nanas dan sebagian daging buah yang tidak dimanfaatkan untuk konsumsi diolah menjadi eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi bahan organik yang memiliki berbagai manfaat, seperti pembersih alami, pupuk cair organik, serta pengurai limbah yang ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga memperkenalkan masyarakat pada konsep ekonomi sirkular, yaitu limbah yang diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
Tim KKN juga memperkenalkan pembuatan tepache, minuman hasil fermentasi tradisional khas Meksiko yang menggunakan kulit nanas sebagai bahan utama. Tepache memiliki cita rasa manis, segar, dan sedikit asam akibat proses fermentasi alami. Melalui inovasi ini, kulit nanas yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk pangan yang unik, bernilai jual, dan berpotensi dikembangkan sebagai produk olahan khas daerah.
Berbagai inovasi tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas Nanas Parigi sekaligus mengurangi limbah hasil panen. Dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman, mulai dari buah hingga kulitnya, masyarakat diharapkan memperoleh peluang usaha baru yang lebih beragam tanpa bergantung pada penjualan buah segar semata.
Melalui kegiatan KKN-PPM UGM Tim Kesan Barisan, masyarakat Dusun Danau Jutuh diharapkan semakin terdorong untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis Nanas Parigi. Pemanfaatan komoditas lokal secara menyeluruh tidak hanya mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat serta memperkuat identitas Dusun Danau Jutuh sebagai sentra penghasil Nanas Parigi di Kabupaten Barito Selatan. (CW/Foto: Tim KKN-PPM UGM)