Sekilas Info
Kontribusi dari TIM NEWS, 11 Agustus 2026 13:52, Dibaca 372 kali.
MMCKalteng - Barito Selatan – Madu kelulut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan pengelolaan pemasaran yang optimal. Salah satunya terlihat pada usaha madu kelulut milik Tri yang masih memiliki keterbatasan dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Kondisi tersebut mendorong Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Periode II Universitas Gadjah Mada Tim Kesan Barisan untuk melakukan pendampingan melalui penguatan branding dan digitalisasi usaha pada bulan Juli 2026.
Tim KKN-PPM UGM yang bertugas di Desa Mabuan melakukan pendampingan untuk membantu mengembangkan identitas dan pemasaran usaha madu kelulut milik Tri. Program interdisipliner ini dijalankan oleh Abel Dea Novita dan Cayentiya Nailah Adinda.
(Baca Juga : Transformasi Digital Layanan Kesehatan, RSUD Hanau dan BPJS Kesehatan Perkuat Pelayanan FKRTL)
Pendampingan difokuskan pada pengembangan profil usaha sebagai bagian dari strategi peningkatan branding produk. Mahasiswa membantu membangun identitas visual usaha melalui pembuatan logo, pengembangan desain kemasan, serta penyusunan profil usaha yang dapat digunakan sebagai media pengenalan produk. Upaya tersebut dilakukan agar madu kelulut tidak hanya memiliki produk yang potensial, tetapi juga identitas yang lebih kuat dan mudah dikenali oleh konsumen.
Salah satu mahasiswa Tim KKN-PPM UGM menyampaikan bahwa potensi produk lokal perlu didukung dengan strategi pemasaran yang mampu mempertemukan produk dengan konsumen. Menurutnya, madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tetapi perlu didukung dengan identitas dan pemasaran yang lebih kuat. Melalui branding dan digitalisasi, produk diharapkan memiliki identitas yang lebih jelas sehingga lebih mudah dikenali dan dipromosikan kepada masyarakat.
Pengembangan profil usaha menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan madu kelulut secara lebih terarah. Profil tersebut memuat informasi mengenai identitas usaha dan produk yang dapat digunakan sebagai bahan promosi. Sementara itu, pengembangan logo dan kemasan diarahkan untuk membangun tampilan produk yang lebih konsisten, menarik, dan memiliki ciri khas.
Digitalisasi turut menjadi bagian dari pendampingan untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana bagi Tri untuk memperkenalkan produk tanpa bergantung sepenuhnya pada pemasaran dari mulut ke mulut maupun konsumen di sekitar desa.
Tri menyampaikan bahwa tantangan yang selama ini dihadapi bukan hanya pada proses produksi, tetapi juga dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Selama ini madu kelulut telah diproduksi secara rutin, namun pemasarannya masih terbatas sehingga produk belum banyak dikenal di luar wilayah sekitar Desa Mabuan.
Tri berharap pengembangan branding dan digitalisasi yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM UGM dapat menjadi langkah awal bagi usaha madu kelulut untuk berkembang lebih luas. Menurutnya, identitas usaha dan media promosi yang telah disusun diharapkan dapat terus dimanfaatkan sehingga madu kelulut Desa Mabuan semakin dikenal, jangkauan pemasarannya semakin luas, dan usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui pendampingan tersebut, Tim KKN-PPM UGM berharap penguatan branding dan digitalisasi tidak hanya memperbarui tampilan produk, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi madu kelulut Desa Mabuan menjadi produk lokal yang memiliki identitas kuat, jangkauan pasar lebih luas, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. (KEH/Foto: Tim KKN-PPM UGM)