Pemprov Kalteng Matangkan Implementasi Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera Melalui FGD  

Kontribusi dari Dewi Rosmeity , 29 Juni 2026 15:00, Dibaca 85 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera (HBS) di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyempurnakan pelaksanaan program agar tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo. Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah, Anang Dirjo menyampaikan bahwa pendidikan tinggi merupakan investasi terbaik dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

(Baca Juga : DPRD Kalteng Sampaikan Propemperda 2026, Wagub Edy Pratowo Tekankan Pentingnya Regulasi Prioritas)

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah, khususnya mereka yang memiliki semangat belajar namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera, pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan menempuh pendidikan tinggi hanya karena persoalan biaya," tuturnya.

Menurutnya, Program Huma Betang Sejahtera berlandaskan nilai-nilai Huma Betang yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan kesetaraan. Bantuan biaya kuliah yang diberikan bukan sekadar dukungan finansial, melainkan investasi pemerintah dalam mencetak generasi muda yang kelak menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan Kalimantan Tengah.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan FGD menjadi wadah penting untuk menghimpun berbagai masukan dalam rangka penyempurnaan implementasi program. Dengan demikian, Program HBS diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, menekan angka putus kuliah akibat kendala ekonomi, serta melahirkan sumber daya manusia Kalimantan Tengah yang unggul, produktif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.


Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Rusansyah, dalam laporannya mengatakan FGD tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Ia mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus melaksanakan berbagai program dan kegiatan terkait bantuan biaya kuliah pada tahun 2026 melalui penguatan koordinasi, sinkronisasi, dan perencanaan pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, sehingga seluruh program dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

"Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama, menyelesaikan berbagai tantangan yang ada, serta berkomitmen memberikan kontribusi terbaik demi keberhasilan program yang telah direncanakan," tuturnya.


Kegiatan ini dihadiri oleh para rektor, direktur, dan ketua perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Kalimantan Tengah, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, para narasumber, serta peserta dari berbagai instansi terkait. (Dw/Foto:DNI)

 

Dewi Rosmeity

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter