Bupati Hj. Nurhidayah Resmikan Pasar Seni Kiai Gede, Dorong Ekonomi Kreatif Daerah

Kontribusi dari Diskominfo Kobar, 11 Mei 2026 21:05, Dibaca 846 kali.


MMCKalteng – Pangkalan Bun – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah meresmikan Pasar Seni Kiai Gede, Senin (11/5/2026). Kawasan di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, yang dulunya dikenal sebagai terminal itu kini disulap menjadi pusat ekonomi kreatif dan ruang publik modern.

Peresmian pasar seni tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, memperkuat UMKM, sekaligus menghadirkan destinasi wisata baru di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan.

(Baca Juga : Anggota Dewan Tanggapi Masalah Sengketa Lahan Di Wilayah Kabupaten Pulang Pisau)

Pasar Seni Kiai Gede dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, di antaranya delapan unit usaha, satu unit kafetaria, satu unit Tourist Information Center (TIC), ruang Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta meeting room.

Dalam sambutannya, Bupati Hj. Nurhidayah mengatakan pembangunan Pasar Seni Kiai Gede merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional menuju sektor kreatif.

“Pembangunan Pasar Seni Kyai Gede ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional ke sektor kreatif, sekaligus memberikan ruang usaha yang layak dan representatif bagi pelaku UMKM,” ujar Nurhidayah.

Ia menambahkan, keberadaan pasar seni tersebut juga diharapkan mampu mengangkat potensi seni dan budaya lokal agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kita ingin menjadikan kawasan perkotaan, khususnya di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan, agar lebih hidup dan produktif,” katanya.

Menurut Hj. Nurhidayah, Pasar Seni Kiai Gede bukan sekadar tempat jual beli, melainkan diharapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya, ruang bagi seniman lokal menampilkan karya, hingga destinasi wisata baru yang mendukung kunjungan wisatawan ke Kobar.


Selain itu, pasar seni tersebut juga diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang nyaman, tertib, dan modern, sekaligus simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan pasca berbagai tantangan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam kesempatan itu, Hj. Nurhidayah juga menjelaskan bahwa nama Kiai Gede memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat. Nama tersebut diambil dari tokoh ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Kotawaringin pada abad ke-17 yang dikenal berperan penting dalam membangun peradaban Islam di daerah tersebut.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pasar secara profesional agar keberadaan pasar seni dapat berkelanjutan dan terus berkembang.

“Kita tidak ingin pasar ini hanya ramai di awal, tetapi kemudian menurun karena kurangnya pengelolaan,” tegasnya.

Hj. Nurhidayah juga berpesan kepada pengelola agar menerapkan manajemen pasar secara profesional, tertib, dan transparan. Kepada para pedagang, ia meminta agar menjaga kualitas produk, kebersihan, serta pelayanan kepada pengunjung.

Sementara kepada masyarakat, Hj. Nurhidayah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas pasar seni tersebut agar tetap nyaman dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga akan terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan retribusi, pembinaan UMKM serta pelaku seni, hingga promosi Pasar Seni Kiai Gede sebagai bagian dari paket wisata daerah di Kabupaten Kobar. (prokom_rib)/Edt:UL

Diskominfo Kobar

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook