Sekilas Info
Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 29 April 2026 15:32, Dibaca 651 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Seruyan kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Berkualitas dan Pekan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2025 yang diserahkan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Rabu (29/4/2026). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Seruyan, Supian.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat dalam menjalankan berbagai program prioritas.
(Baca Juga : Bupati Pulang Pisau Buka Festival Bedug 2019)
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting dan pembangunan keluarga berkualitas di Kabupaten Seruyan,” ujarnya.
Kegiatan Rakorda dibuka oleh Ketua TP PKK Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, yang menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusia. Keluarga memiliki peran sentral dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa angka stunting di Kalimantan Tengah menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Namun, untuk mencapai target 18,8 persen pada tahun 2026, diperlukan upaya yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menyebutkan bahwa capaian penurunan stunting dari 23,5 persen pada tahun 2023 menjadi 22,1 persen pada tahun 2024 merupakan progres yang baik. “Ini adalah langkah positif, namun kita tidak boleh lengah. Diperlukan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BKKBN, Wahyuniati, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Percepatan penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua elemen, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas,” katanya.
Berbagai program strategis terus didorong dalam upaya penanganan stunting, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta program pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, pemanfaatan platform digital dan penguatan edukasi keluarga juga menjadi fokus utama dalam mendukung keberhasilan program.(MMCSeruyan/IH)/UL
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.