Sekilas Info
Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 17 April 2026 20:03, Dibaca 49 kali.
MMCKalteng – Kuala Pembuang – Bertempat di halaman Mako Polres Seruyan, jajaran Polres Seruyan menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta antisipasi fenomena El Nino ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun 2026, Jumat (17/4/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Seruyan, Kompol Hendry.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur TNI, Polri, perwakilan pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan dalam menghadapi potensi bencana yang kerap melanda wilayah Kalimantan Tengah, khususnya saat musim kemarau.
(Baca Juga : Dukung Pengembangan Olah Raga Wartawan )
Dalam amanatnya, Kompol Hendry menegaskan bahwa pelaksanaan apel gelar pasukan dan sarana prasarana ini merupakan bentuk kesiapan dini sekaligus komitmen bersama seluruh pihak dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud nyata kesiapan kita dalam mengantisipasi dan menangani potensi kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa wilayah Kalimantan Tengah memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap karhutla, terutama pada periode musim kemarau yang panjang. Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan terkoordinasi untuk meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas perekonomian.
Lebih lanjut, Kompol Hendry mengingatkan adanya potensi fenomena El Nino pada tahun 2026 yang diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca. “Fenomena El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegasnya.
Ia pun mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui berbagai langkah konkret, seperti optimalisasi deteksi dini, patroli terpadu, serta penguatan koordinasi lintas sektoral.
“Kami mengajak seluruh elemen, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun masyarakat, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya pencegahan karhutla,” lanjutnya.
Selain itu, upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga menjadi perhatian utama. Kompol Hendry menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang dengan sengaja melakukan pembakaran.
“Kami tidak akan mentolerir praktik pembakaran lahan. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas guna memberikan efek jera,” tandasnya.
Melalui kegiatan apel gelar pasukan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat semakin siap dan sigap dalam menghadapi potensi bencana karhutla, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir serta keselamatan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.