Sekilas Info
Kontribusi dari RSUD Hanau, 05 Maret 2026 20:25, Dibaca 624 kali.
MMCKalteng - Pembuang Hulu - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hanau menerima kunjungan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat dalam rangka koordinasi dan pembahasan rujukan pasien asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (2/3/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Bajakah RSUD Hanau tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait alur dan mekanisme rujukan, memperjelas prosedur administrasi, memperkuat komunikasi antarfasilitas kesehatan, serta meningkatkan koordinasi penanganan kasus rujukan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif, cepat, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Baca Juga : Palangka Raya Bebas Stunting)
Direktur RSUD Hanau, Atet Kurniadi, menyambut langsung kedatangan rombongan Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, kepala bidang pelayanan medis, tim rekam medis, serta perwakilan unit gawat darurat dan rawat inap. Dari pihak Dinas Kesehatan, rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, Achmad Rois, bersama tim teknis rujukan dan pelayanan kesehatan.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, kedua belah pihak membahas secara rinci alur rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kotawaringin Barat menuju RSUD Hanau. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain kelengkapan administrasi rujukan, ketepatan indikasi medis, kesiapan sarana prasarana, serta mekanisme komunikasi cepat saat terjadi kasus kegawatdaruratan.
Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, Achmad Rois, menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah demi kepentingan masyarakat. “Kunjungan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap pasien yang dirujuk dari Kotawaringin Barat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan sesuai standar. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan administratif maupun miskomunikasi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antarfasilitas kesehatan merupakan kunci dalam menciptakan sistem rujukan yang terintegrasi. Menurutnya, penyamaan persepsi mengenai prosedur dan regulasi sangat penting agar tenaga kesehatan di lapangan memiliki pedoman yang sama dalam menangani pasien.
Sementara itu, Atet menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, termasuk bagi pasien rujukan dari luar daerah. “Kami menyambut baik koordinasi ini. Dengan adanya komunikasi yang lebih intens dan alur yang semakin jelas, kami optimistis pelayanan kepada pasien rujukan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.
Atet menegaskan bahwa RSUD Hanau siap mendukung sistem rujukan yang terstandar dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien dan kualitas layanan. Ia berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari koordinasi berkelanjutan.
Melalui koordinasi ini, diharapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien asal Kotawaringin Barat, semakin optimal, terintegrasi, dan memberikan kepastian layanan yang aman serta berkualitas. Sinergi antarinstansi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah. (Yanor Akhmad/Foto:Tim Medos)/Edt:UL