Sekilas Info
Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 09 Desember 2025 09:51, Dibaca 285 kali.
MMCKalteng – Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) secara resmi memulai tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Proses awal ini ditandai dengan pelaksanaan Orientasi Penyusunan RKPD 2027 yang digelar pada Selasa (9/12/2025) bertempat di Aula Bapperida Seruyan dan dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Seruyan, Bahrun Abbas, mewakili Bupati Seruyan.
Dalam sambutannya, Pj Sekda menegaskan bahwa orientasi tersebut merupakan langkah awal yang sangat menentukan kualitas dokumen perencanaan daerah di tahun mendatang. Ia menjelaskan bahwa penyusunan RKPD tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, melainkan harus dimulai sejak dua tahun sebelum rencana berjalan sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
(Baca Juga : Varietas Padi Unggul Penopang Pertanian Modern di Kalimantan Tengah)
“Proses perencanaan tidak boleh hanya formalitas. RKPD adalah dokumen penting yang mengarahkan pembangunan tahunan. Karena itu harus disiapkan dengan cermat, terstruktur, serta berbasis data yang sudah terverifikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa RKPD Tahun 2027 menjadi sangat strategis karena merupakan penjabaran dari RPJPD Kabupaten Seruyan 2025–2045, RPJMD 2025–2029, serta Renstra masing-masing perangkat daerah. Tema pembangunan yang diusung pada tahun tersebut adalah ‘Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Daya Saing Daerah’ yang menurutnya menjadi pedoman utama dalam merancang setiap program pembangunan.
“Tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah arah yang harus diterjemahkan ke dalam program nyata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperkuat posisi Seruyan dalam daya saing regional,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bahrun menyampaikan sejumlah fokus pembangunan yang harus menjadi perhatian perangkat daerah. Di antaranya penguatan sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif; pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah; digitalisasi layanan publik; serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia juga mengingatkan perlunya seleksi ketat terhadap program prioritas agar benar-benar berdampak pada penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, serta perbaikan lingkungan hidup.
Ia menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat sebagai fondasi perencanaan. Menurutnya, kualitas dokumen RKPD sangat bergantung pada ketepatan data yang digunakan oleh perangkat daerah.
“Tahun 2027 akan menjadi momentum penting bagi kita untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah. Oleh karena itu, gunakanlah data yang benar, memiliki metadata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Validasi melalui e-Walidata harus menjadi acuan wajib,” tutur Bahrun.
Selain itu, ia juga menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan peninjauan kembali terhadap pagu indikatif perangkat daerah. Ia juga meminta setiap perangkat daerah menyusun Rencana Kerja (Renja) secara selektif dan memastikan kesesuaiannya dengan isu strategis RPJMD dan Renstra 2025–2029. Ia mengingatkan bahwa laporan evaluasi triwulan IV tahun 2025 harus disampaikan paling lambat minggu pertama Januari 2026 karena berkaitan erat dengan proses finalisasi RKPD 2027. “Keterlambatan laporan akan menghambat seluruh proses penyusunan RKPD dan berpengaruh pada penilaian kinerja pembangunan daerah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Pj Sekda Seruyan berharap kegiatan orientasi ini dapat meningkatkan pemahaman perangkat daerah terkait mekanisme penyusunan RKPD dan mendorong lahirnya dokumen perencanaan yang lebih berkualitas.
Kegiatan orientasi tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan perangkat daerah dan para perencana teknis, yang diharapkan dapat memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk tahun 2027. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.