\"Teknologi Alternatif Pengelolaan Lahan Ramah Lingkungan\", FGD BPTP Kalteng

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 04 Maret 2019 11:42, Dibaca 813 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya - Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah (BPTP Prov. Kalteng) gelar Focus Group Discussion (FGD) penyiapan lahan tanpa bakar, dengan tema "Teknologi Alternatif Pengelolaan Lahan Ramah Lingkungan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan", bertempat di aula BPTP, Senin (4/3/2019).

Turut hadir Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri, S.Hut., M.P, Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Husnain., M.Sc, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Ir. Hj. Sunarti., M.M, Kepala BPTP Dr. Ir. Fery Fahrudin Munir., M.Sc, Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Kalteng, OPD terkait serta para tamu undangan.

(Baca Juga : Ivo Sugianto Sabran Usulkan Desa Wisata Tanaman Tunas Kelapa Pada Rakernas Gerakan Pramuka)

Sekda menyampaikan, pada kesimpulannya, dari semua lini apakah dari pertanian, akademisi, lsm, semua memberikan input bagaimana nantinya rekomendasi pengelolaan lahan terutama untuk pertanian yang ramah lingkungan. Kita berharap di Kalteng ini pada daerah-daerah yang merupakan sentra tanaman pangan, apalagi ada tuntutan dari pusat untuk menambah luas tambah tanam dalam rangka swasembada pangan, tapi juga jangan lupa lingkungan harus dijaga.

Harapan kami akan ketemu rekomendasi-rekomendasi pembukaan lahan tanpa bakar, baik itu secara mekanisasi, biologi ataupun yang lain-lain bisa diterapkan, tentu harus bisa disesuaikan dengan kondisi setempat, lanjut Fahrizal Fitri.

Penerapan teknologi ini merupakan upaya agar potensi alam yang ada ini, bisa kita olah menjadi input di pupuk tanaman. Pada akhirnya kita mengharapkan rekomendasi ini disosialisasikan tidak hanya pada tataran Provinsi tapi akan turun sampai ke desa langsung, sehingga kita memiliki kesepahaman bersama terkait teknologi-teknologi apa yang akan kita terapkan di Kalteng, ucapnya.

Kita berharap dengan adanya teknologi ini, potensi kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembukaan lahan semakin rendah, tutupnya. (ARP/Foto:YDS)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook