Sejarah Singkat Perjuangan Kapten Reinout Sylvanus

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 27 Februari 2019 09:37, Dibaca 808 kali.


MMCKalteng - (27/2) Kapten Reinout Sylvanus berjuang bersama Mayor Tjilik Riwut sebagai pimpinan rombongan II utusan Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Pada tanggal (26/2/1946) sore, rombongan meninggalkan Pekalongan berlayar menuju arah utara yakni pulau Kalimantan dengan membawa muatan 5 ton gula pasir, 1 ton beras, garam, tembakau, alat-alat penerangan, buku-buku, selebaran-selebaran yang dibagikan kepada masyarakat Kalimantan. Dengan membawa perlengkapan 3 pucuk karaben Jepang dengan 100 peluru, 10 granat, senjata tajam dan sebilah pisau.

(Baca Juga : Dispursip Fasilitasi Kegiatan Peluncuran Buku, Bedah Buku dan Pentas Karya Mahaga Basa ke-19)

Pada tanggal (6/3/1946) menjelang tengah hari rombongan II utusan Pemerintah RI tiba di desa Nalayan sungai tabuk, Kotawaringin Barat, Kalteng. Masyarakat menyambut dengan antusias kedatangan rombongan, kemudian siap menggabungkan diri untuk ikut berjuang.

Operasi selanjutnya menuju sasaran dibagi 3 kelompok. Kelompok 1 terdiri dari Mayor Tjilik Riwut, Kapten Reinout Sylvanus, Kapten A. Mukran, Sersan Mayor Wilem Batu ditambah dengan 6 pemuda sungai tabuk yang merupakan anggota baru MN 1001 menuju Kotawaringin Lama.

Setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan, rombongan sampai di Kotawaringin Lama. Walaupun medan sulit, rombongan mendapat bantuan rakyat setempat. Rombongan disambut Gusti Dumay Anas seorang Pemimpin Angkatan Muda. Dengan bantuan Angkatan Muda, rombongan berhasil membentuk Pemerintahan sementara dan pasukan. Pasukan ini dipimpin oleh Kapten Reinout Sylvanus, para pemuda diberi latihan kemiliteran sehingga dalam waktu singkat rombongan II utusan Pemerintah RI dapat menyiapkan kekuatan untuk mempertahankan Kotawaringin. (ARP/Foto:Asep/sumber: keluarga Reinout Sylvanus)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook