Tutup Tahun, Lakpesdam NU Kalteng Gelar Jurnalisme Santri Jihad Aswaja

Kontribusi dari MTsN 2 Palangka Raya, 31 Desember 2021 10:40, Dibaca 60 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Kalteng menggelar pelatihan digital content dengan tema Jurnalisme Santri. Kegiatan yang berlangsung Jumat (31/12/2021) itu bertempat di Pondok Pesantren Darul Amin Kota Palangka Raya.

Peserta pada kegiatan tersebut adalah semua masyarakat yang berstatus santri. Ketua Lakpesdam Kalteng, M. Roziqin mengatakan, pelatihan itu memang sengaja diperuntukkan untuk santri, dengan harapan mereka lebih mengenal bagaimana dunia digital saat ini dan menekankan agar ruang digital itu harus diisi dengan konten yang baik.

(Baca Juga : Pulau Petak Jadi Tuan Rumah MTQ – 45 Tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2021)

"Santri dikenalkan bagaimana membuat konten yang baik, isi yang mengena dan memberikan kemanfaatan, tidak asal viral. Hari ini sudah masuk era internet of think tetapi kita harus berperan agar wajah media sosial kita harus diisi dengan hal baik, dan para santri ada potensi itu, maka kita bekali," tandas Roziqin.

Terkait subtema "Meneguhkan Jihad Aswaja Melalui Kata" dalam kegiatan Jurnalisme Santri tersebut, ia menjelaskan bahwa saat ini pertarungan isme (aliran dan pemikiran) adalah pada tataran dunia maya, saling berebut mempengaruhi siapapun orang yang terhubung dengan platform dunia maya itu. Sementara itu, santriwan dan santriwati sudah mafhum bahwa mereka dididik untuk lebih prioritas pada keilmuan agama saat proses belajar mengajar. Termasuk dalam hal ini para guru-guru mengenalkan ahlussunah waljamaah (Aswaja) kepada mereka. 

"Kita tinggal mempertebal itu, memberikan pemahaman agar mampu membentengi diri sendiri. Selanjutnya, jurnalisme inilah merangsang mereka untuk mampu menulis dan menyebar Islam Aswaja yang wasathan (tengah tengah/moderat) dan tasamuh (toleran) dengan bekal ilmu agama yang didapatkannya di sekolah maupun pesantren," tuturnya.

Roziqin melanjutkan, Lakpesdam sebagai organisasi yang ditugaskan NU untuk mengkaji dan mendidik SDM, sangat berkepentingan untuk pemahaman Aswaja dimengerti dan diteruskan kepada generasi muda, lebih-lebih dunia pesantren. Kiai-kiai di PBNU pun sudah menginstruksikan agar jihad di media sosial sebagai tanggung jawab moral mengisi ruang digital agar tidak dikuasai orang yang salah dengan narasi yang salah pula. 

"Kita tinggal samina wa athana, bergerak untuk tujuan itu. Ini sekaligus kegiatan kami dalam menutup akhir tahun 2021," tutup kandidat doktor ini sembari tersenyum.

Dalam pelatihan sehari tersebut, didapuk sebagai pemateri adalah Mustain Khaitami selaku Wakil Ketua Lakpesdam yang saat ini juga menjabat Ketua Baznas Kalteng dan Muh Iqbal selaku dosen IAIN yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Riset dan Kajian di Lakpesdam Kalteng. Diketahui, kegiatan pelatihan digital content Jurnalisme Santri ini merupakan keberlanjutan setelah dua hari sebelumnya, kegiatan serupa menyasar para mahasiswa dengan tema yang sama.

Bulan depan, bakal diadakan pelatihan serupa dengan tempat berbeda dengan konsep road to madrasah. Kegiatan Jurnalisme Santri di Pesantren Darul Amin ini juga kegiatan kali kedua, setelah tiga tahun lalu Lakpesdam Kalteng mengadakan kegiatan Peringatan Hari Santri di tempat yang sama, di PP Darul Amin. (Rozikin/Foto/Lakpesdam PWNU Kalteng / edt : rkh) 

MTsN 2 Palangka Raya

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook