KEBUN ENTRES KARET KLON UNGGUL DI DESA BUMI HARJO KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

Kontribusi dari Dinas Perkebunan Kalteng, 01 November 2021 09:48, Dibaca 607 kali.


Oleh :

Milia Fetiandreny, S.P.

(Baca Juga : Gotong Royong Melalui Hatinya Pkk)

PBT Ahli Pertama

UPT BP3B Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah

 

Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu sentra wilayah pengembangan perkebunan di Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan tinjauan topografi dan klimatologi, wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada ketinggian 0-500 m dari permukaan laut, kemiringan antara 0-40 %, dan beriklim panas dan lembab karena masih terletak di sekitar khatulistiwa. Kondisi topografi dan klimatologi inilah yang mendukung Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai wilayah pengembangan usaha berbagai komoditi perkebunan, salah satunya komoditi karet.

Berdasarkan data statistik Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2020, total luas areal perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat adalah 17.523,25 Ha, yang terdiri dari perkebunan karet rakyat seluas 15.303,25 Ha dan perkebunan besar negara (PBN) seluas 2.220 Ha. Wilayah pengembangan perkebunan karet rakyat di Kabupaten Kotawaringin Barat terluas berada di Kecamatan Pangkalan Banteng (6.639 Ha), selanjutnya Kecamatan Arut Selatan (2.293,75 Ha), Kecamatan Kumai (2.000,50 Ha), Kecamatan Pangkalan Lada (1.888 Ha), Kecamatan Kotawaringin Lama (1.501 Ha), dan Kecamatan Arut Utara (981 Ha). Lebih lanjut, data produksi perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2020 menunjukkan bahwa rerata produksi karet kering dari perkebunan rakyat                           di Kabupaten Kotawaringin Barat adalah 965,67 kg/Ha. Angka produktivitas perkebunan karet rakyat di Kabupaten Kotawaringin Barat ini dinilai masih cukup rendah.

Menurut Boerhendhy dan Amypalupy (2010) salah satu penyebab rendahnya produktivitas karet di Indonesia adalah masih luasnya tanaman karet tua yang perlu diremajakan dan penggunaan bahan tanam klonal yang masih rendah. Produktivitas karet yang optimal dapat diperoleh dengan manajemen kebun yang baik dan menggunakan klon unggul baru sehingga produktivitas dapat mencapai 2.500 kg/ha/tahun. Hasil studi Aidi-Daslin (2013) menunjukkan bahwa penanaman klon karet unggul di perkebunan telah memberikan dampak yang nyata didalam meningkatkan produktivitas tanaman. Klon PB 260 dan PB 235 merupakan klon terbaik dan sesuai untuk dikembangkan pada lingkungan dataran rendah dengan agroklimat kering (curah hujan rendah). Sedangkan, klon IRR 112 dan IRR 118 sesuai untuk dikembangkan di lingkungan dengan agroklimat optimal untuk pertanaman karet maupun agroklimat kering.  Pengembangan klon karet unggul di lingkungan penanaman yang sesuai akan meningkatkan produktivitas kebun dan keuntungan agribisnis karet dalam satu siklus penyadapan yang mencapai 25-30 tahun.

Benih karet klon unggul, seperti PB 260 dan IRR 112, dapat diperoleh masyarakat wilayah Kotawaringin Barat dan sekitarnya dari kebun entres karet yang berlokasi di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Kebun entres karet tersebut dibangun oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2016 dan merupakan satu-satunya kebun entres karet yang terdapat di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sebelum ditetapkan sebagai kebun sumber benih, kebun entres karet Desa Bumi Harjo telah melewati tahap penilaian dan pemurnian yang dilaksanakan pada tahun 2018 oleh Tim Pemurnian yang terdiri dari Pemulia Tanaman Karet dari Balai Penelitian Karet Sembawa, Pengawas Benih Tanaman dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Pengawas Benih Tanaman dari UPT Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Benih (BP3B) Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Petugas Teknis dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Lokasi kebun entres karet Desa Bumi Harjo yang dekat dengan akses jalan raya merupakan salah satu keunggulan dalam penilaian sebagai kebun sumber benih. Selain itu, kebun entres karet Desa Bumi Harjo juga memenuhi kriteria penilaian lainnya sesuai Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 85/Kpts/KB.020/11/2017 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 328/Kpts/KB.020/10/2015 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Karet, yakni :     i) topografinya yang datar; ii) drainase baik; iii) menggunakan klon anjuran untuk kebun entres antara lain klon PB 260 dan IRR 112;  iv) jarak tanam 1 m x 1 m;   v) batas antar petak klon jelas;  vi) umur pohon entres masih kurang dari 8 tahun; vii) pertumbuhan tanaman baik dan seragam; viii) kondisi tanaman bebas hama dan penyakit utama tanaman karet; ix) gulma di kebun terkendali; x) mutu pertumbuhan tanaman baik dan segar; xi) pemangkasan secara reguler dan dipelihara 2 cabang/batang (maksimal 4 cabang/batang untuk entres coklat); dan  xii) mutu genetik 100 % karena sudah dilaksanakan pemurnian.

Berdasarkan hasil penilaian dan pemurnian tersebut, maka kebun entres karet  di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai kebun sumber benih karet berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 109/Kpts/KB.020/10/2018 pada tanggal 19 Oktober 2018.

Jumlah pohon entres karet hasil pemurnian di kebun entres karet Desa Bumi Harjo sebanyak 6.847 pohon, yang terdiri atas 3.718 pohon entres karet klon PB 260 dan 3.129 pohon entres karet klon IRR 112. Kebun dan pohon entres karet tersebut rutin dievaluasi setiap tahunnya oleh UPT Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Benih (BP3B) Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan pada bulan September 2021, pohon entres karet yang masih produktif hingga saat ini sebanyak 6.540 pohon yang terdiri atas klon PB 260 sebanyak 3.605 pohon dan klon IRR 112 sebanyak 2.935 pohon. Kebun entres karet tersebut ditaksasi berpotensi untuk memproduksi mata entres karet sebanyak 263.865 mata/tahun, yang terdiri dari 140.595 mata/tahun untuk klon PB 260 dan 123.270 mata/tahun untuk klon IRR 112. Kondisi kebun entres karet di Desa Bumi Harjo juga terpelihara dan layak dijadikan sebagai sumber benih entres karet mengingat umur pohon entresnya yang belum mencapai usia maksimal untuk pohon entres karet yaitu 8 tahun.

Harapannya, masyarakat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya dapat menggunakan klon karet unggul seperti PB 260 dan IRR 112 dari kebun entres karet yang telah dibangun di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah sehingga produktivitas perkebunan karet rakyat dapat meningkat.

 

Daftar Pustaka :

Aidi-Daslin. 2013. Produktivitas Klon Karet pada Berbagai Kondisi Lingkungan di Perkebunan. Jurnal Agrium,18 (1) : 1-6.

Boerhendhy, I dan K. Amypalupy. 2010. Optimalisasi Produktivitas Karet Melalui Penggunaan Bahan Tanam, Pemeliharaan, Sistem Eksploitasi, dan Peremajaan Tanaman. Jurnal Litbang Pertanian, 30 (1) : 23-30.

Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah. 2021. Statistik Perkebunan Angka Tetap 2020. Palangka Raya : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. 2019. Gambaran Umum Kabupaten Kotawaringin Barat. (http://portal.kotawaringinbaratkab.go.id/en/description, diakses 31 Oktober 2021).

Republik Indonesia. 2017. Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 85/Kpts/KB.020/11/2017 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 328/Kpts/KB.020/10/2015 Tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull.). Jakarta : Direktorat Jenderal Perkebunan.

Republik Indonesia. 2019. Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 109/Kpts/KB.020/10/2018 tentang Penetapan Kebun Entres Tanaman Karet Klon PB 260 dan IRR 112 di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah. Jakarta : Direktorat Jenderal Perkebunan.

Dinas Perkebunan Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook