Wakil Gubernur Kalteng Hadiri Pembukaan Musrenbangnas 2021

Kontribusi dari Widia Natalia, 04 Mei 2021 14:34, Dibaca 65 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya menghadiri Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021. Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Kalteng secara virtual melalui video conference dari Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (04/5/2021).


Pembukaan Musrenbangnas 2021 dihadiri secara khusus oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo sekaligus menyampaikan pengarahan dari Istana Negara. Acara ini digelar dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022.

(Baca Juga : Ketua Dekranasda Kalteng Ivo Sugianto Sabran menjadi Narasumber Dialog Khusus TVRI Kalteng Peringatan Hari UMKM Tahun 2020)

Presiden RI Joko Widodo dalam arahannya menyampaikan pandemi Covid-19 ini memberikan pelajaran yang luar biasa dalam perencanaan pembangunan. Joko Widodo menekankan agar mendorong industri mulai bangkit, para pekerja mulai bekerja, domestik harus ditingkatkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat, Presiden menilai kecepatan, ketepatan, dan efisiensi adalah fondasi penting untuk bisa bersaing.

Selain itu, Joko Widodo mengatakan agar dapat mengambil manfaat dari green economy. 

“Kita harus memperoleh manfaat dari perkembangan dunia yang mengarah kepada green ekonomi. Kita harus menyadari bahwa kita adalah salah satu terbesar paru-paru dunia”, ucap Joko Widodo.

Menurut UNEP (Badan PBB untuk Program Lingkungan Hidup) green economy atau ekonomi hijau adalah suatu model pembangunan untuk mencegah meningkatnya emisi gas rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim. 

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam laporannya menyampaikan Tahun 2022 diharapkan menjadi Tahun pertama bagi Indonesia lepas dari tekanan pandemi dan merupakan Tahun kunci bagi pemantapan pemulihan ekonomi. Indonesia membutuhkan rata-rata pertumbuhan 6 persen untuk membawa Indonesia menjadi maju dan lepas dari Middle income trap sebelum Tahun 2045.

Suharso Monoarfa mengatakan, dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi tantangan Indonesia tidak hanya pemulihan ekonomi Nasional, namun juga transformasi dalam jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan sejak sekarang.

Wakil Gubernur Kalteng didampingi Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Fahrizal Fitri, Kepala Bappeda Litbang Prov. Kalteng Yuren S Bahat dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng.(WDY/Foto:Asef)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook