Kementan : Target 30.000 Ha, Realisasi Tanam Food Estate Dadahup Capai 97%

Kontribusi dari Widia Natalia, 04 Mei 2021 13:02, Dibaca 94 kali.


MMCKalteng – Kapuas - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil.

“Food Estate di Kalteng ini berhasil. Dari target 30.000 Hektare (Ha) itu hampir 97 persen, hampir 29.095 Ha sudah ditanam. Bahkan 19.000 sudah dipanen”, ucap Sekjen Kementerian Pertanian Momon Rusmono saat menghadiri gerakan percepatan tanam massal di kawasan Food Estate yang berada di Kecamatan Dadahup, tepatnya di Desa Bentuk Jaya (Dadahup A5), Selasa (4/5/2021).

(Baca Juga : Gubernur H. Sugianto Sabran Sampaikan Sejumlah Hal Terkait Program Pembangunan di Kalteng Kepada Wapres RI)

Momon Rusmono menjelaskan dari 30.000 Ha kawasan food estate, lokasi yang berada di Desa Bentuk Jaya (Dadahup A5) dengan luasan 1.000 Ha, memiliki tantangan tersendiri seperti kondisi alamnya.

“Minggu kedua dan ketiga Januari mulai terjadi hujan sehingga proses penanaman tertunda”, jelas Momon Rusmono.

Momon Rusmono mengutarakan, bahwa saat ini proses penanaman padi di Desa Bentuk Jaya (Dadahup A5) sudah sekitar 95 Ha.

“Bayangkan dari 30.000 Ha, hanya karena 1.000 Ha di Dadahup, kita dianggap tidak berhasil. Mainkan bagaimana agar target-target itu tercapai. Satu-satunya kita bekerja menjadi yang terbaik mulai dari perencanaan",  tandas Momon Rusmono.

Momon Rusmono mengutarakan  gerakan tanam di Desa Bentuk Jaya (Dadahup A5) ini akan selesai sekitar bulai Mei dan paling lambat Bulan Juni 2021.

“InsyaAllah dengan gerakan tanam ini, sisanya bisa diselesaikan sekitar bulai Mei dan paling lambat Bulan Juni”, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Momon Rusmono menyampaikan maksud tujuannya datang ke Kalteng yakni dalam rangka Gerakan tanam musim April-September untuk food estate Kalteng baik di Kawasan Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Gerakan ini lebih mengarak kepada food estate secara keseluruhan.

Sebagai informasi, Food estate merupakan rencana pemerintah pusat dan menjadi salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2020 - 2024 dibawah kendali dan pengawasan langsung dari Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo.

Food estate sebagai desain pertanian modern nasional masa depan merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan luas yang terdiri dari beberapa klaster bidang pertanian dan peternakan. Artinya di suatu kawasan yang sangat luas akan dibangun sentral pertanian secara berkesinambungan dan modern karena proses pertanian dan pengolahan hasilnya akan dikelota dengan pola digital farming dan meminimalisir metode pertanian konvensional menggunakan bajak dan cangkul dengan tenaga manusia.

Food estate tidak hanya bicara soal padi, jagung dan kedelai tetapi terbagi dalam beberapa klaster yang akan dikembangkan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, hortikultura dan peternakan modern terintegrasi. Sehingga ibarat sebuah real estate sudah tersedia fasilitas dengan paket tengkap bagi penghuninya, begitu juga dengan food estate yang akan dikembangkan ini. Hal yang paling penting adalah sistem terpadu yang akan memfasititasi semua pihak yang tertibat dalam pengembangan program ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, pengembangan dan pemeliharaan agar tepat guna secara berkelanjutan.

Nampak hadir dalam gerakan percepatan tanam massal di kawasan Food Estate di Desa Bentuk Jaya (Dadahup A5), Kecamatan Dadahup diantaranya Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian  Sarwo Edhy dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Prov. Kalteng Hj. Sunarti.(WDY/Foto:Aldo)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook