Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021

Kontribusi dari BPBPK PROV KALTENG, 04 Maret 2021 10:15, Dibaca 170 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021. Apel dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah Jalan RTA. Milono No. 1 Palangka Raya, Kamis (4/3/2021). 

Apel Gelar Pasukan tersebut diikuti oleh Bupati dan Walikota se-Kalteng, Anggota Forkopimda se-Kalteng, Kalaksa BPBD se-Kalteng, Kadis Lingkungan Hidup Se Kalteng,  dan Kepala UPTD KPH se-Kalteng. Hadir pula sebagai peserta upacara, Polda Kalteng, Korem 102/PJG, Satpol PP Prov. Kalteng, Dinas Sosial Prov. Kalteng, Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kalteng, BPBPK Prov Kalteng, Brigdalkar KPH, Manggala Agni, MPA, TSAK, dan TAGANA, baik yang hadir secara langsung maupun secara virtual melalui aplikasi zoom meeting. 

(Baca Juga : Gubernur H. Sugianto Sabran Berkomitmen Untuk Terus Mempercepat Pembangunan Inprastruktur di Kalteng)

Dalam amanatnya Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyampaikan terkait upaya pencegahan dan penanganan bencana. Pencegahan dan penanganan bencana juga harus terintegrasi mulai dari tingkat Pusat, tingkat Provinsi sampai dengan tingkat Kabupaten dan Kota sehingga ego sektoral tidak terjadi.

"Pemerintah Kabupaten dan Kota membentuk Satgas Pencegahan Karhutla Sampai Tingkat Kelurahan dan Desa yang memperkuat upaya pencegahan Karhutla dengan Sosialisasi, Diseminasi dan pendampingan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, pelatihan, dan patroli bersama. Selain itu, adanya pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar hutan, optimalisasi restorasi gambut, pemantapan personil dan peralatan, serta penyediaan anggaran DBH-DR dan BTT APBD Provinsi Kabupaten/Kota," ucapnya.

Gubernur H. Sugianto Sabran juga menyampaikan, “Ada tujuh poin penting yang harus diperhatikan. Pertama, prioritaskan pencegahan melalui deteksi dini, monitoring area rawan hostpot (titik api), pemantauan kondisi harian di lapangan. Kedua, infrastruktur dan monitoring harus sampai pada level bawah melibatkan Babinsa, Babinkantibmas, Kepala Desa, Tokoh Agama, untuk edukasi terus menerus kepada masyarakat,“ tandasnya.

“Ketiga, mencari solusi permanen agar perusahaan dan masyarakat tidak mengolah lahannya dengan cara membakar lahan. Keempat, terus lanjutkan penataan ekosistem gambut. Kelima, Jangan biarkan api membesar, harus tanggap dan jangan terlambat sehingga api susah dikendalikan.  Keenam, tegakan hukum tanpa kompromi, beri sanksi yang tegas sehingga ada efek jera. Ketujuh, pemerintah Kabupaten dan Kota harus segera menentukan status keadaan darurat dan membentuk satgas sampai tingkat Kelurahan dan Desa,” pungkasnya. (Pky.4/3/2021 / DewiS & MAW & Abl / foto / Data: PusdalopsPBKalteng)

BPBPK PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook