Pelaku Usaha Perikanan Kalteng Dapat Bantuan Bioflok, Budidaya Mina Padi dan Ikan Hias dari KKP

Kontribusi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, 18 Desember 2020 14:16, Dibaca 274 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Ir. H. Darliansjah, M.Si menghadiri Sosialisasi dan Serah Terima Bantuan Bioflok Tahun 2020. Sosialisasi dan Serah Terima Bantuan Bioflok Tahun 2020 dihadiri secara virtual oleh Direktur Produksi dan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Arik Hari Wibowo, dan dihadiri secara langsung Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin Andy Arta Donny Oktopura, Kadislutkan Prov Kalteng H. Darliansjah, dan beberapa Kadis Perikanan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah, serta Ketua Jurusan Perikanan Universitas Palangka Raya di Aquarius Hotel Palangka Raya, Jumat (18/12/2020).

Dalam sambutannya, Kadislutkan Prov. Kalteng Darliansjah mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Direktur Produksi dan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Arik Hari Wibowo, juga kedatangan secara langsung Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin Andy Arta Donny Oktopura dan jajarannya, "Semoga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dalam upaya mewujudkan program-program pembangunan khususnya pembangunan perikanan budidaya di Kalimantan Tengah," ucapnya.

(Baca Juga : Ikan Lokal Pepuyu Harusnya Menjadi Komoditi Perikanan Budidaya Andalan Kalteng)

Darliansjah menjelaskan bahwa Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 153.564 km² mempunyai panjang garis pantai ±703,91 km dan mempunyai potensi laut sebesar 94.500 km² serta memiliki potensi perikanan perairan umum dengan luas 2,29 juta Ha, yang terdiri dari 11 sungai besar dengan 33 sungai kecil, selain itu juga memiliki 26 rawa dan 555 danau yang merupakan salah satu potensi untuk pengembangan usaha perikanan tangkap maupun usaha budidaya.

“Hasil produksi Perikanan Kalimantan Tengah pada tahun 2019 mencapai sebesar 257.489,83 ton yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 149.725,38 ton, produksi perikanan budidaya sebesar 101.857,32 ton sementara produksi olahan perikanan sebesar 6.396,13 ton. Pelaku usaha tahun 2019 berjumlah 62.739 RTP yang terdiri dari Nelayan sebanyak 33.797 RTP, pembudidaya  26.707 RTP dan pengolah hasil perikanan 2.234 RTP. Untuk Nilai tukar nelayan (NTN) tahun 2019 sebesar 110,40 naik sebesar 1,71% dibanding tahun 2018, sementara untuk nilai tukar Pembudidaya (NTPi) pada tahun 2019 sebesar 103,86. Pada tahun 2019 capaian Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kalimantan Tengah sebesar 53,3kg/kapita/tahun meningkat sebesar 9,67% dari target sebesar 48,6 kg/kapita/tahun,” tambah Darliansjah.


Lebih lanjut Darliansjah menyampaikan, masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha perikanan Kalimantan Tengah adalah sarana prasarana perikanan yang minim dan terbatasnya modal usaha. Sementara untuk usaha budidaya kendala yang dihadapi adalah masih mahalnya harga pakan, benih ikan masih didatangkan dari luar Kalimantan Tengah serta harga ikan konsumsi sering berfluktuasi dan sering kali tidak berpihak ke pembudidaya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov. Kalteng) telah melakukan upaya-upaya antara lain yaitu pertama, memberikan rasa aman dan jaminan perlindungan keselamatan kepada nelayan saat melakukan usaha dengan berinovasi melalui Program Asuransi Nelayan Berkah untuk 9000 nelayan yang telah dilaksanakan pada tahun 2020 ini dengan payung hukum Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah No 43 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Nelayan. Kedua, di bidang perikanan budidaya Pemprov Kalteng memberikan bantuan kepada Pokdakan berupa benih dan pakan ikan serta sarana dan prasarana budidaya berupa kolam terpal  dan kolam bioflok. Ketiga, di bidang pengolahan dilakukan rehab Unit Pengolahan Ikan (UPI), dan Gerakan Makan Ikan (GEMARIKAN).

Pemprov. Kalteng diwakili oleh Kadislutkan Darliansjah memberikan apresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui UPT BPBAT Mandiangin yang telah menyalurkan bantuan Sarana dan Prasarana Budidaya berupa 11 Paket bioflok, 5 ha program mina padi dan 3 paket budidaya ikan hias kepada pelaku usaha perikanan Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Pulang Pisau dan Barito Utara dalam rangka meningkatkan produksi dan menumbuhkan wirausaha baru.


“Semoga Kegiatan yang kita laksanakan hari ini dijadikan momentum yang strategis untuk membangun sinergisitas bagi semua pemangku kepentingan dalam menentukan arah, program kebijakan pembangunan,” tambah Darliansjah.

Pada kesempatan ini pula Darliansjah menjelaskan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah yang ditetapkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan Program Strategi Nasional (PSN) Pengembangan Lumbung Pangan (Food Estate), maka harapannya agar program kegiatan Direktorat Perikanan Budidaya KKP lebih banyak diarahkan untuk menunjang kegiatan Program Food Estate tersebut, antara lain yaitu:

1. Revitalisasi kolam, beje dan Bioflok

2. Demplot Bioflok di Pulpis dan Kapuas

3. Excavator untuk Pulpis dan Kapuas

4. Benih ikan lokal terutama ikan Betok (Papuyu)

5. IBILAGA menjadi penyuplai benih ikan lokal

6. Revitalisasi mesin pakan Mandiri (GERPARI)

7. Menumbuhkan UPR komoditas ikan lokal

“Untuk mensinergiskan program pengembangan perikanan budidaya di kawasan Food Estate (FE) kiranya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat memfasilitasi Rapat Koordinasi antara Pusat, Provinsi, Kabupaten, BUMN dan pemangku kepentingan lainnya,” tutup Darliansjah dalam sambutannya. (Adt/Foto: Lana)

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook